Menteri Rizal Ramli: Saya Bingung Kenapa Ahok Ngotot Reklamasi Pulau G

"Satu menteri saja sudah cukup untuk menghentikan. Nah ini tiga menteri dan satu Menko," kata Rizal Ramli.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Jul 2016 23:02 WIB

Author

Ade Irmansyah

Menteri Rizal Ramli: Saya Bingung Kenapa Ahok Ngotot Reklamasi Pulau G

Ilustrasi reklamasi Teluk Jakarta. (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Pemerintah memastikan tidak akan melanjutkan pembangunan reklamasi Pulau G di utara teluk Jakarta.

Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan hal itu sudah sesuai keputusan bersama empat menteri sekaligus.

Empat menteri yang dimaksud adalah Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala Bappenas, serta dirinya sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman.

"Itu kan keputusan tiga Menteri dan satu Menko. Kan ada perwakilan dari DKI juga. Karena Pulau G itu berbahaya sekali," kata Rizal Ramli kepada wartawan di Istana Negara, Selasa (19/7/2016).

Baca: Pemerintah Putuskan Reklamasi Pulau G Dibatalkan


Rizal Ramli mengatakan menurut kajian empat menteri tersebut, keberadaan Pulau G sangat merugikan dan membahayakan. Menurut Rizal, keberadaa pulau palsu tersebut akan menghambat arus lalu lintas kapal nelayan tradisional di Muara Angke.

Alasan lain, ada jaringan pipa gas di dekat lokasi pembangunan Pulau G. Berdasarkan aturan internasional dan aturan pemerintah, 500 meter di sekitar jaringan pipa gas itu harus bersih dari struktur bangunan.

"Kemudian ada power station di Muara Karang yg gara-gara spacenya semakin merapat, air lautnya yang jadi cooling system, menjadi lebih tinggi suhunya dan itu berbahaya. Karena berbahaya itulah kami memutuskan untuk menghentikan seluruhnya karena itu masuk kategori pelanggaran berat," ujarnya.

Rizal Ramli mengaku heran mengapa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama begitu memaksakan pembangunan pulau tersebut. Padahal, kata Rizal, keputusan membatalkan pembangunan Pulau tersebut sudah bisa dilakukan dengan hanya keputusan satu menteri saja.

"Satu menteri saja sudah cukup untuk menghentikan, Menteri Lingkungan Hidup misalnya, atau Menteri Kelautan. Nah ini tiga menteri dan satu Menko. Jadi seperti saya katakan, harusnya Ahok bersyukur masalah ini diambil alih pmerintah. Saya juga bingung kenapa dia ngotot? Dia gubernur DKI atau karyawan pngembang," ujarnya.

Baca: Pemprov Jakarta Minta Reklamasi Pulau G Tak Dihentikan, Cukup Didesain Ulang

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal

Kabar Berita Jam 15

Kabar Baru Jam 14