Menteri PAN-RB: Larangan Pokemon Go Berlaku untuk Aparatur Pusat dan Daerah

"Itu menganggu konsentrasi dan memiliki kerawanan keamanan dan kerahasiaan," kata Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 22 Jul 2016 13:48 WIB

Author

Gilang Ramadhan

Menteri PAN-RB: Larangan Pokemon Go Berlaku untuk Aparatur Pusat dan Daerah

Peringatan larangan bermain Pokemon Go di Istana Negara. (Foto: Ade Irmansyah)



KBR, Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Demokrasi (PAN-RB) mengeluarkan surat edaran larangan bermain permain berbasis lokasi Pokemon Go di lingkungan pemerintahan.

Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi mengatakan larangan itu dikeluarkan setelah berkoordinasi dengan Badan Intelejen Negara (BIN), Polri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan insatansi lainnya.

"Sudah diberikan sinyalemen oleh BIN bahwa Pokemon bisa membahayakan kerahasiaan instalasi pemerintahan. Selain itu di berbagai tempat ada keluhan yang sama. Mulai dari kepala satuan-satuan kerja, penjabat setempat, kalau itu menganggu konsentrasi dan memiliki kerawanan keamanan dan kerahasiaan," kata Yuddy usai menghadiri hari Bakti Adhiyaksa ke-56 di Kejaksaan Agung, Jumat (22/7/2016).

Menteri Yuddy menjelaskan, aturan ini berlaku untuk seluruh aparatur negara, baik di daerah maupun pusat. Alasan utamanya untuk keamanan dan kerahasian.

Selain itu agar aparatur negara bisa bekerja dengan baik dan konsentrasinya tidak terganggu.

"Sehingga pelayanan masyarakat bisa maksimal," kata Yuddy.

Sebelumnya, Mabes Polri juga telah menyebarkan surat telegram pelarangan permainan berbasis lokasi Pokemon Go di seluruh markas kepolisian. Hal ini untuk mencegah adanya aksi teror dengan modus berpura-pura menacari pokemon.

Baca: Mabes Polri Sebar Instruksi Larangan Main Pokemon Go di Seluruh Markas Polisi

Larangan permainan ini juga telah diterapkan di lingkungan militer, Istana Negara, dan Komplek DPR.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Golput Mencuat