Menhub Ignasius Jonan Akui Exit Tol Brebes Tak Ideal Dioperasikan

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengakui jika pintu Tol Brebes tak ideal dioperasikan sebagai tempat transaksi pembayaran.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 06 Jul 2016 11:23 WIB

Author

Ria Apriyani

Menhub Ignasius Jonan Akui Exit Tol Brebes Tak Ideal Dioperasikan

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan memantau arus mudik lebaran 2016 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Ria Apriyani/KBR.

KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengakui jika pintu Tol Brebes tak ideal dioperasikan sebagai tempat transaksi pembayaran. Pasalnya, pintu Tol Brebes Timur merupakan pintu tol kecil yang mengarah ke jalan arteri yang kerap macet.

"Kalau exit Brebes kan ini sebenarnya memang exit kecil ya, exit minor. Secara teori, kalau exit minor itu tidak boleh dioperasikan. Karena kalau highway atau jalan tol itu end to end, yang paling ujung, gerbang ujung-ujung itu harus gerbang utama. Tidak boleh itu ujung yang ada keluarnya itu exit atau entry-nya itu kecil. Kalau mau entrynya kecil, minor ya harus di tengah," kata Jonan, Rabu (6/7/2016).

Apalagi, kata dia, di dekat pintu keluar ada pasar. Hal ini memperparah penumpukkan kendaraan. Seharusnya, pintu keluar utama ditempatkan di Semarang.

Tahun ini pemerintah memberlakukan kebijakan pembayaran tol dilakukan di gerbang ujung. Akibat kebijakan ini, penumpukkan terjadi di pintu keluar tol. Pintu keluar tol Brebes Timur menjadi pusat kemacetan dalam arus mudik tahun ini. Pada puncaknya, Minggu (3/7/2016), kemacetan mencapai 20 jam.

Meski begitu, Jonan optimistis pada arus balik nanti lalu-lintas lebih lancar. Jika terjadi kemacetan, hal itu disebabkan masih adanya transaksi pembayaran yang dilakukan secara tunai. Padahal ketika konferensi pers mengenai kesiapan mudik 2016, Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto mengatakan, transaksi pembayaran seluruhnya bisa menggunakan kartu.

Mengenai itu, Jonan mengaku sudah mendesak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono untuk mengatur mekanisme pembayaran tol yang baru.

"Coba tanya Pak Basuki deh kenapa nggak menggunakan. Mestinya kalau dibikinkan aturan, ya bisa. Wong KRL aja bisa kan? Nah yg antisipasi kalau macet adalah gerbang tol masuk Jakarta yaitu gerbang tol besar di Cikarang. Saya sudah minta ke Pak Basuki, cobalah gerbang tol ini dibikin semua elektronik aja. Ya termasuk gerbang Tol Cikarang. Pak Basuki bilang perlu 2 tahun. Masa perlu 2 tahun?" imbuhnya.

Menurutnya, seharusnya waktu yang diperlukan tidak selama itu. Ia menargetkan mudik tahun depan, semua transaksi pembayaran di pintu tol sudaj non tunai.

"Kalau saya Komandannya kira-kira 3 bulan selesai. Kalau saya loh ya."




Editor: Quinawaty 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Inggris Bersikeras Tinggalkan Uni Eropa 31 Oktober 2019

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks