Kementan Pastikan Daging Impor dari India Aman Dikonsumsi dan Halal

Kementerian Pertanian menyatakan seluruh produk impor dari India berasal dari Rumah Potong Hewan yang disetujui pemerintah India.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Jul 2016 18:38 WIB

Author

Rio Tuasikal

Kementan Pastikan Daging Impor dari India Aman Dikonsumsi dan Halal

Warga Aceh membeli daging sapi lokal di Banda Aceh, (3/7/2016). Pasca lebaran harga daging masih tinggi di sejumlah daerah sehingga pemerintah akan membuka kran impor daging karkas dan jeroan dari Ind



KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian menyatakan impor karkas, daging, dan jeroan dari India aman dikonsumsi, meski negara itu belum sepenuhnya bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ternak.

Direktur Kesehatan Veteriner Kementerian Pertanian Sri Mukartini menyatakan produk-produk yang diimpor itu berasal dari daerah yang sehat.

Selain itu, produk-produk itu sudah melewati pengecekan panjang. Kementerian Pertanian telah mengecek dokumen dan mengirim tim untuk mengecek fakta lapangan, juga mengujinya di laboratorium.

"Pengawasan kesehatan hewan (dilakukan) oleh negara (India), terus penilaian unit usaha dilakukan tim yang kesana," jelasnya dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta, Selasa (19/7/2016) siang.

"(Pengecekan lapangan dilakukan) Bagaimana mereka menerapkan food safety dan halal-nya? Apakah konsisten apa yang ditulis dan apa yang diterapkan?" tambahnya.

Sri Mukartini menambahkan, seluruh produk impor dari India berasal dari Rumah Potong Hewan yang disetujui pemerintah India. Selain itu, untuk aspek halal, daging-daging itu sudah disertifikasi oleh otoritas halal negara itu dan disetujui MUI.

"Pemerintah juga menggalakkan ASUH, aman, sehat, utuh, dan halal," tambahnya.

Pemerintah berencana mengimpor 10.000 ton karkas, daging, dan jeroan kerbau dari India untuk mengimbangi harga daging dalam negeri yang masih tinggi. Kebijakan itu telah ditandatangani dan tinggal menunggu pendaftaran di Kemenkumham. 

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?