Keanggotaan ULMWP Ditunda, Luhut Klaim Keberhasilan Diplomasi Ofensif

"Kita mengedepankan berita-berita yang sebenarnya, selama ini banyak sekali berita-berita yang bohong, yang disebarluaskan misalnya TNI Polri membunuh."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 15 Jul 2016 19:51 WIB

Author

Ninik Yuniati

Keanggotaan ULMWP Ditunda, Luhut Klaim Keberhasilan Diplomasi Ofensif

Suasana pertemuan MSG di Kepulauan Solomon. (Foto: KBR/Victor Y.)

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan menyebut pemerintah menggunakan strategi diplomasi ofensif untuk menggagalkan upaya ULWMP menjadi anggota penuh MSG. Kata dia, diplomasi ini dilakukan dengan masif menyebarkan berita versi pemerintah tentang pembangunan di Papua.

Ia menuding selama ini banyak beredar berita bohong tentang kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua.

"Kita mengedepankan berita-berita yang sebenarnya, selama ini banyak sekali berita-berita yang bohong, yang disebarluaskan misalnya TNI Polri membunuh. Tidak benar, sampai baru-baru kemarin saja pun, masih disebarkan," kata Luhut di Kemenkopolhukam, Jumat (15/07). 

Menkopolhukam melanjutkan, "tapi dengan sistem sosial media yang sekarang, semua foto ada, saksi ada, itu kita sebarkan berbahasa Inggris, maupun bahasa Indonesia, segera membunuh berita-berita bohong tadi."

Luhut Panjaitan mengklaim bahwa pemerintah membuka informasi tentang Papua secara transparan kepada publik maupun internasional. Luhut menyebut telah mengundang duta besar Amerika untuk melihat sendiri proses penanganan pelanggaran HAM Papua.

"Sekarang malah kami undang duta besar Amerika untuk ikut, kemarin saya sudah ajak dia untuk ikut melihat proses penyelesaian HAM Papua," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8