Bagikan:

Kasus Suap Ipul, Hakim Bantah Ikut Terlibat

"Nggak ada nggak ada, majelis hakim nggak terlibat. Itu inisiatif dia sendiri aja."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 22 Jul 2016 18:50 WIB

Author

Andi Muhammad

Kasus Suap Ipul, Hakim Bantah Ikut Terlibat

Hakim PN Jakarta Utara Dahlan meninggalkan Gedung KPK di Jakarta, Jumat (22/7), usai menjalani pemeriksaan. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Hakim anggota Pengadilan Negeri Jakarta Utara Dahlan menegaskan tak terlibat dalam kasus suap pengurangan masa hukuman penyanyi dangdut Saipul Jamil. Dahlan menyatakan Panitera PN yang telah ditetapkan menjadi tersangka kasus tersebut, bertindak sendirian dan tidak melibatkan para hakim.

"Nggak ada nggak ada, majelis hakim nggak terlibat. Itu inisiatif dia sendiri aja. (Selama ini ada komunikasi dengan Rohadi nggak pak?) Nggak ada gak ada," bantah Dahlan sesaat setelah diperiksa KPK, Jumat (22/07/2016).

Dalam perkara itu, Panitera PN Jakut, Rohadi menerima suap dari Samsul Hidayatullah untuk mengurangi masa tahanan penyanyi Saipul Jamil dalam kasus pencabulan. Tim Hakim PN Jakut memvonis Saipul tiga tahun penjara karena terbukit melakukan pencabulan anak berdasarkan Pasal 292 KUHP tentang perbuatan pencabulan terhadap sesama jenis. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa selama tujuh tahun.

"(Putusan itu) murni musyawarah majelis. (Putusan sidang lebih ringan) arena pasalnya berbeda," bela Dahlan.

Hakim Anggota PN Jakut lainnya, Hasoloan Sianturi mengatakan hal yang sama. Penyidik pun bertanya ihwal komitmen tim hakim terkait pangananan kasus Saipul Jamil. Hasoloan menjawab, pedoman dalam menentukan vonis hukuman adalah dakwaan dengan data-data persidangan, bukan tuntutan. Hasoloan dan Dahlan mengaku, mereka berdua tidak pernah bertemu dengan Rohadi.

"Musyawarah sudah selesai," ujar Hasoloan.

Selain empat Hakim Anggota, Angota Komisi II DPR, Sarehwiyono M. turut dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus yang sama. Sarehwiyono mengaku mengenal tersangka, Rohadi, ketika menjabat sebagai Ketua PN Jakut.

"Dulu kan saya pernah di sana. (Di PN Jakarta Utara?) iya jadi ketua. jadi gak ada urusan dengan pengarahan itu. hanya tanya: kenal gak? ya kenal. (Menurut bapak Rohadi seperti apa orangnya?) Dulu ya baik, aku kan gak tau sekarang. (Sekarang) itu urusan dia," tutupnya.

Editor: Dimas Rizky

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio

Most Popular / Trending