covid-19

Kapolres Sidoarjo Minta Pengungsi Syiah Sampang Tunda Mudik

Penjagaan akan dilakukan setidaknya hingga tujuh hari ke depan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 07 Jul 2016 07:45 WIB

Author

Wydia Angga

Kapolres Sidoarjo Minta Pengungsi Syiah Sampang Tunda Mudik

Pengungsi Syiah Sampang. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kapolres Sidoarjo, Anwar Nasir klaim tidak melarang para pengungsi Syiah asal Sampang untuk bersilaturahmi ke Sampang. Kata dia pihaknya meminta pengungsi untuk menunda niat mereka sampai tidak ada penolakan dari warga. Ia mengaku sebelumnya telah mengutus kasad intel untuk pergi ke Sampang. Menurut hasil pertemuan Forkompinda beserta para Kyai di Sampang diketahui warga menolak kedatangan para pengungsi Syiah tersebut. 

"Atas dasar pertimbangan keamanan mereka agar tidak terjadi gesekan di sana sehingga terpaksa kami menyampaikan untuk menunda untuk tidak berangkat saat ini mudik ke sana. Di sana akan rawan kalau ketemu di sana dipastikan terjadi gesekan fisik. Negara harus hadir melindungi masyarakat kita, masyarakat yang ada di sini, di Sidoarjo ya kami wajib mengamankan. Kami sampaikan untuk tidak berangkat ke sana, mengurungkan niatnya,  untuk saat ini," ujar Anwar kepada KBR (6/7/2016).

Anwar pun mengatakan personelnya siap menyiagakan aparat keamanannya supaya jangan sampai para pengungsi itu keluar menuju Sampang. Ia juga mengatakan penjagaan akan dilakukan setidaknya hingga tujuh hari ke depan. 

Sementara itu, Koordinator Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia, Hertasning Ichlas selaku pendamping para pengungsi Syiah Sampang menilai pemerintah pusat telah abai kepada para pengungsi Syiah asal Sampang. Menurutnya selama ini pemerintah tidak pernah secara langsung mengunjungi dan berinteraksi dengan pengungsi. Padahal, pemerintah, semestinya memiliki kapasitas untuk memulihkan interaksi sosial, bukan memilih relokasi sebagai skenario penyelesaian masalah Syiah Sampang. Ia pun berniat akan membawa masalah pengungsi Syiah Sampang ke tingkat internasional.

"Kita tahu modal sosial itu ada sejak 2014. Konflik ini tidak sedramatis ucapan dan komentar-komentar elit-elit yang intoleran. Berkali-kali kita buktikan kita pulangin pengungsi 2-3 orang, mereka diperlakukan dengan baik, mereka dibela warga kampung juga warga kampung minta maaf,”kata Hertasning kepada KBR (6/7/2016)

Dia melanjutkan“ Jadi yang bijaksana dan punya kewarasan itu kayaknya memang rakyat. Sementara polisinya disuruh sama Kyai dikompor-komporin sama Pemkab Sampang untuk mengembalikan pengungsi, diciduk kembali pengungsi yang udah di kampung balik ke pengungsian. Begitu terus,"

Baca juga:

Pengungsi Syiah Sampang: Kami Diancam Penggal Kepala Kalau Mudik 

Pemprov Jawa Timur Akui Larang Warga Syiah Sampang Mudik 

Kepulangan 290 pengungsi Syiah dari Sidoarjo ke Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura untuk berlebaran bertemu sanak saudara ditolak warga. Bahkan, Selasa malam lalu pasukan dari satuan Brimob sudah bergerak menuju lokasi bekas konflik yakni di Desa Karang Gayam dan Desa Karang Penang, Sampang, Madura untuk berjaga. Sementara polisi menyebut akan terjadi bentrokan, termasuk dengan aparat jika pengungsi Syiah, tetap ngotot kembali ke Sampang.(mlk) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?