Dirjen Pajak: Teknologi Canggih, Jamin Data Tax Amnesty Tak Bocor

"Waktu diajukan pendaftaran, itu memasukkan nama dan lainnya. setelah itu akan berubah menjadi hanya barcode."

BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Jul 2016 22:34 WIB

Author

Luqman Alfarisi

Dirjen Pajak: Teknologi Canggih, Jamin Data Tax Amnesty Tak Bocor

Logo Tax Amnesty (pajak.go.id)

KBR, Jakarta- Direktorat Jenderal Pajak menjamin data yang masuk dalam kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty aman, karena sudah memakai teknologi canggih. Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi mengatakan lembaganya menggunakan sistem barcode untuk setiap data yang masuk. Hal itu membuat data tersebut tidak dapat diakses selain orang yang terdaftar.

"Waktu diajukan pendaftaran, itu memasukkan nama dan lainnya. Setelah itu akan berubah menjadi hanya barcode. Untuk pengolahan selanjutnya tanpa nama. Seandainya tercecer pun tidak akan ada yang tahu itu punya siapa. Ini sangat aman, dan sanksi pelanggaran pun lima tahun penjara," ujar Ken di kantornya pada Senin (18/07/2016).

Sementara itu, Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Dirjen Pajak, Iwan Djuniardi mengatakan, teknologi informasi sebagai penunjang tax amnesty sudah siap. Kata dia, ada tim khusus yang dibentuk Ditjen Pajak untuk menyiapkan teknologi tax amnesty, dengan memprioritaskan aspek keamanan.

"Security jadi nomor satu, tidak ada nama dalam tanda terima ataupun dokumen. Masuk ke manual nanti, diberi tanda terima dalam bentuk barcode. Semua antarjaringan sudah gunakan enskripsi. Dan database terkait tax amnesty ini terpisah," jelas Iwan.

Iwan mengatakan, ada aplikasi khusus untuk mengawasi data amnesti pajak yang masuk. Ia mengatakan ada dua dashborad yang disiapkan Ditjen Pajak, yakni terkait jumlah uang tebusan dan penyampaian harta beserta komposisi penyampaian harta baik itu badan atau orang pribadi, dan berkaitan dengan deklarasi dalam negeri dan luar negeri. Dashborad itulah yang setiap bulan akan diperbarui.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme