Bom Solo, Luhut Bantah Kecolongan

Kita sudah menduga bisa terjadi kasus semacam ini di Indonesia. Tren secara internasional sudah kita lihat.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Jul 2016 21:12 WIB

Author

Yudha Satriawan

Bom Solo, Luhut Bantah Kecolongan

Polisi membawa jenazah Nur Rohman pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo. (Foto: Antara)

KBR, Solo- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan  menyatakan pemerintah sudah memprediksi aksi teror akan terjadi. Meski begitu kata dia  belum diketahui waktu dan lokasi aksi teror.

Menurut Luhut, Presiden Jokowi tidak kaget dengan adanya aksi teror ini dan tetap akan mudik Lebaran ke Solo, besok Rabu (6/7).

“Kami sudah bertemu Kadensus 88, Kapolda Jateng, Kapolresta Solo, melihat lokasi kejadian, mendapat data dan penjelasan secara rinci peristiwa ini. Gambaran yang lebih utuh. Kita sudah menduga bisa terjadi kasus semacam ini di Indonesia. Tren secara internasional sudah kita lihat." Kata Menkopolhukam Luhut Binsar, Selasa (05/07).

Luhut melanjutkan, "Istilah kecolongan itu jangan digunakanlah. Sekarang kita sudah menemukan berbagai bukti yang akan dikembangkan densus 88. Presiden sudah dari awal kami beri penjelasan, akan terjadi kemungkinan aksi teror seperti ini, tren secara internasional sudah ada, dan kebetulan terjadi pagi tadi di Solo ini. "

"Presiden tidak kaget. Hanya kita memang tidak bisa menduga hati orang,  seluruh kemampuan polisi, intelijen, teknologi, sudah dilakukan secara maksimal dan profesional. Presiden tetap akan berlebaran di Solo besok setelah selesai kegiatan di Padang Sumatera Barat.“ Ujar Luhut.

Selasa pagi pukul 07.35 WIB terjadi ledakan bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo, Jawa Tengah. Informasi yang diperoleh KBR menyebutkan pelaku Nur Rohman mencoba memasuki Mapolresta Surakarta dengan menggunakan sepeda motor. Ia sempat dihentikan oleh Provos, namun pengendara menyerobot masuk melalui penjagaan.

Tepat di depan bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), terdengar suara ledakan keras dari arah pelaku.

Baca juga:


Editor: Rony Sitanggang   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8