Stok Pangan Kota Bogor Aman

pemerintah Kota Bogor memdapatkan bantuan 7500 paket sembako murah dari pemerintah provinsi.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 09 Jul 2015 12:44 WIB

Author

Rafik Maeilana

Stok Pangan Kota Bogor Aman

Walikota Bogor Bima Arya

KBR, Bogor - Ketersediaan pangan di Kota Bogor masih terbilang aman hingga lebaran mendatang. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemerintah Kota Bogor memdapatkan bantuan 7500 paket sembako murah dari pemerintah provinsi. Paket sembako itu untuk mencukupi kebutuhan pokok warga dan juga menekan lonjakan harga jelang lebaran.

"Kita dapat 7500 paket sembako murah dari pemerintah provinsi. Itu kita sebar ke enam kecamatan untuk kebutuhan warga. Nah besok kita akan cek kebutuhan pangan dan harga di pasar dengan Diaperindag. (Tapi pasokan aman yah untuk Kota Bogor?) sejauh ini belum ada laporan yang mengkhawatirkan," katanya saat ditemui usai gelar pasukan operasi Ketupat Lodaya 2015 di Mako Polres Bogor Kota, Kamis (09/07)

Bima menjelaskan, biasanya memasuki H-7 banyak laporan lonjakan harga di pasaran. Terutama komoditas daging yang mengalami lonjakan permintaan.

"Daging juga kita akan cek besok di lapangan, sejauh ini belum ada laporan lonjakan harga tinggi dan juga kekurangan pasokan," jelasnya.

Pantauan KBR di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor, barga daging sapi saat ini sudah mencapai 160 ribu per kilogramnya. Jumlah itu terbilang naik pada awal bulan puasa yakni dari 95 ribu per kilogram.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja