Pemuda GIDI: Kami Tak Bawa Senjata Tajam, Hanya Ingin Dialog

Salah satu tokoh pemuda GIDI, Joni Towolom menceritakan, massa yang mendatangi mushala tidak membawa senjata atau batu dan tidak bertindak anarkis.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 23 Jul 2015 08:16 WIB

Author

Gun Gun Gunawan

Pemuda GIDI: Kami Tak Bawa Senjata Tajam, Hanya Ingin Dialog

Kerusuhan Tolikara. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Gereja Injili di Indonesia (GIDI) menilai aparat keamanan tidak punya alasan menembak sesaat sebelum kerusuhan di Tolikara pecah.

Salah satu tokoh pemuda GIDI, Joni Towolom menceritakan, massa yang mendatangi mushala tidak membawa senjata atau batu dan tidak bertindak anarkistis. Mereka mendatangi mushala sebanyak dua kali sebelum polisi memberikan tembakan peringatan.

"Massa datang dalam jumlah banyak. Tapi sekali lagi, mereka tidak datang dengan senjata. Mereka hanya minta solat dilakukan di dalam gedung, tidak di ruang terbuka dan tidak menggunakan pengeras suara. itu saja," kata Joni Towolom kepada KBR, Kamis (23/7/2015).

Joni menambahkan, aparat keamanan yang memberikan tembakan peringatan adalah polisi. Namun, massa dari GIDI tidak mundur setelah polisi memberikan tembakan peringatan. Amarah massa GIDI baru pecah saat aparat keamanan menembak ke arah massa.

Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan