Bagikan:

Pemerintah Gagal Stabilkan Harga Daging Sapi

Perpres pengendalian harga yang diteken Presiden Jokowi juga dianggap tidak berpengaruh banyak.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 17 Jul 2015 20:27 WIB

Author

Zay Nova

Pedagang sapi di Sebuah pasar tradisional. Foto: Antara

Pedagang sapi di Sebuah pasar tradisional. Foto: Antara

KBR,Jakarta- Harga kebutuhan pokok menjelang dan saat lebaran tak mengalami banyak perubahan, kecuali harga daging sapi yang naik sangat tajam. Sekretaris Umum Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Seluruh Indonesia,Ngadiran menyebut harga kebutuhan pokok memang sempat naik akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sampai sekarang harga-harga barang tertahan pada posisi atas, lantaran nilai tukar dolar tak kunjung turun. Sementara daging Sapi untuk kualitas bagus seharga 150 ribu rupiah.

"Harga komuditas kemarin jelang lebaran, tertahan di atas. Kemudian yang mahal sekali adalah daging sapi, harganya 130 ribu untuk yang bukan pilihan, kalau kualitas bagus 150 ribu. Untuk daging, kenaikan sangat signifikan dari 90-95 ribu sampai 130 ribu rata-rata seluruh Indonesia. Cabe sempai 36 ribu yang sebelumnya 28 ribu, kalau yang lain-lain telor tetap 22 ribu, ayam 36 ribu," kata Ngadiran, Jumat (17/7/2015)

Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Seluruh Indonesia Ngadiran mengatakan untuk kebutuhan lebaran, pasar tidak mengalami kekurangan stok barang, termasuk daging sapi. Kenaikan harga daging sapi dikarenakan para pedagang pengecer membeli daging saat harga jual di pemotongan tinggi.

Ngadiran menambahkan, pemerintah gagal menstabilkan harga daging sapi. "Kita belanjanya mahal, makanya jualnya juga mahal," Kata Ngadiran.

Sebelumnya pemerintah menjanjikan harga daging 80 ribu rupiah.  Bahkan Pemda DKI Jakarta menjanjikan harga 50 ribu rupiah per kilogram. Namun di lapangan harga tersebut tidak terwujud. Perpres pengendalian harga yang diteken Presiden Jokowi juga dianggap tidak berpengaruh banyak. Untuk kebutuhan pasca lebaran, Ngadiran memperkirakan kebutuhan akan tetap normal meski harga tetap berada dikisaran atas.

Editor: Malika

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?