Mensos Pastikan Ketersediaan Logistik Pengungsi Rusuh Tolikara

Selain bantuan logistik, pengungsi juga akan mendapat uang jaminan hidup sebesar 20 ribu per hari.

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Senin, 20 Jul 2015 19:19 WIB

Author

Ninik Yuniati

Mensos Pastikan Ketersediaan Logistik Pengungsi Rusuh Tolikara

Peta Papua. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Sebanyak 153 orang pengungsi korban rusuh di Tolikara Papua di tempatkan di dua lokasi. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dua lokasi pengungsian berada di dekat kantor Koramil dan Polres Tolikara. Khofifah akan mendatangi lokasi tersebut Rabu mendatang, guna memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi. Selain bantuan logistik, pengungsi juga akan mendapat uang jaminan hidup sebesar 20 ribu per hari.

"Rabu Insya Allah saya ke Tolikara, karena memang hal-hal yang terkait dengan dampak dari bencana sosial itu tugas Kementerian Sosial. Ada 153 yang terkonfirmasi mereka ada di dua titik pengungsian. Saya sudah mengkomunikasikan dengan kapolri bahwa mereka yang ada di dua titik pengungsian itu logistiknya aman, maka saya juga ingin ke sana Rabu, untuk memastikan bahwa ini aman," kata Khofifah di rumah dinasnya, di Widya Chandra, (20/7/2015).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menambahkan, warga yang rukonya terbakar juga akan diberikan dana perbaikan. Kata dia, aparat TNI mengaku telah siap membantu pembangunan kembali ruko-ruko tersebut. Menurutnya, ruko yang terbakar bukan hanya miliki warga Muslim, tetapi juga warga asli Tolikara yang beragama Kristen. Insiden di Tolikara Jumat lalu, menyebabkan 69 ruko terbakar, dan menyebabkan 38  Keluarga atau 153 orang mengungsi.

"Kalau ada di antaranya mereka yang rukonya terbakar, sesuai SOP di Kementerian Sosial. Ada hak mereka mendapatkan renovasi dari ruko. Aparat TNI sudah siap membangun kalau bahan bakunya siap," lanjutnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Omnibus Law untuk Siapa?

Kabar Baru Jam 13

Mengimajinasikan Ibu Kota Baru yang Cerdas dan Berkelanjutan (Bagian 2)