Lanud Sulaeman Berikan Bantuan Kepada Keluarga Anggotanya yang Gugur

Komandan Pangkalan Udara Sulaeman, Olot Dwi Cahyono menjamin seluruh kebutuhan pokok dan pendidikan keluarga korban pesawat buatan Amerika tersebut.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 02 Jul 2015 09:19 WIB

Author

Arie Nugraha

Lanud Sulaeman Berikan Bantuan Kepada Keluarga Anggotanya yang Gugur

Prajurit TNI AU berdiri disamping peti jenazah prajurit TNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 saat proses pengembalian jenazah korban di Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara, Rabu (1

KBR, Bandung - Pangkalan Udara Sulaeman Bandung, Jawa Barat akan memberikan bantuan kepada keluarga dari 4 prajurit yang menjadi korban pesawat Hercules. Komandan Pangkalan Udara Sulaeman, Olot Dwi Cahyono mengatakan, bantuan tersebut berupa jaminan seluruh kebutuhan pokok dan pendidikan keluarga korban.

"Perhatian akan kami berikan terus dari segi perumahan, dari apa yang akan didapat dari kita sendiri, semua kita perhatikan. Kemudian anak-anaknya juga akan kita pantau, sekarang kan masih kecil - kecil, kita akan pantau insyaallah," ujarnya di perumahan tentara Pangkalan Udara Sulaeman, Bandung, Rabu (1/7/2015).

Sebagai info, korban meninggal yang berasal dari pangkalan Udara Sulaeman Bandung, Jawa Barat yaitu Letnan Satu Rahmat Shamdany yang meninggalkan seorang istri dan anak, Serka Kaliman meninggalkan isteri dan dua anak, Serka Sutrisno meninggalkan seorang istri dan anak, serta Sersan Satu Aang Subarya meninggalkan tiga anak dan isteri. Mereka dinyatakan gugur dalam tugas karena tengah melakukan perawatan peralatan penerbangan.


Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap