Komnas HAM Terbukti Kondisikan Korban HAM Setujui Rekonsiliasi

Wakil Koordinator KontraS, Krisbiantoro mengatakan tudingan itu didasarkan pada aduan sejumlah korban pelanggaran HAM, seperti korban Talang Sari.

BERITA , NASIONAL

Senin, 06 Jul 2015 15:18 WIB

Author

Eli Kamilah

Komnas HAM Terbukti Kondisikan Korban HAM Setujui Rekonsiliasi

Aksi penyelesaian kasus HAM. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menuding Komnas HAM secara diam-diam mengarahkan para korban untuk menyetujui rekonsiliasi yang ditawarkan pemerintah. Wakil Koordinator KontraS, Krisbiantoro mengatakan tudingan itu didasarkan pada aduan sejumlah korban pelanggaran HAM, seperti korban Talang Sari. Hal itu dilakukan untuk memecah belah suara keluarga korban.

"Kami melihat upaya itu memecah belah korban dan membingungkan korban. Harusnya kalau ingin mengajak diskusi korban untuk mencari format diskusi terbaik, ya harusnya melibatkan semua korban dan pendamping. Bukannya diam-diam menawarkan solusi yang mereka anggap benar, yakni rekonsiliasi," kata Krisbiantoro Senin, (6/7/2015).

Kris meminta Komnas HAM untuk lebih terbuka dan berdialog dengan para aktivis HAM lainnya. Sebenarnya, kata dia, para korban dan aktivis tidak antirekonsiliasi. Namun, cara penyelesaian kasus HAM masa lalu ini perlu dilakukan dengan tepat.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia secara diam-diam diketahui mendekati korban pelanggaran HAM dan membujuknya untuk menyetujui upaya rekonsiliasi. Komnas HAM dianggap hendak menjauhkan korban pelanggaran HAM atau keluarganya dengan aktivis HAM, KontraS salah satunya.

Editor: Malika
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme

News Beat