Komisi Yudisial Belum Berencana Menempuh Jalur Pra Peradilan

Sebelumnya, Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan Wakil Ketua Taufiqurahman Syahuri ditetapkan tersangka oleh Mabes Polri.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 12 Jul 2015 20:53 WIB

Author

Yudi Rachman

Komisi Yudisial Belum Berencana Menempuh Jalur Pra Peradilan

Komisi Yudisial. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Komisi Yudisial (KY) tengah mengupayakan penyelesaian penetapan tersangka dua pimpinan lembaga pengawas hakim itu melalui jalur non-hukum.

Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh mengatakan, upaya itu akan dilakukan oleh tim kuasa hukum dari Komisi Yudisial. Namun, jika upaya itu gagal, pihaknya bakal mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan praperadilan.

"Ya nanti kita pikirkan, kami belum mendalami. Nantikan pak Taufiq dipanggil dulu dan Pak Parman menunggu panggilan. Seperti apa itu kasusnya. Kalau sumir sekali (kasusnya) tentu kita akan mengajukan (gugatan praperadilan). Tapi kita lihat dulu, nanti kita akan koordinasi dengan pendamping kita para advokat," jelas Wakil Ketua Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Minggu (12/7/2015).

Imam Anshori Saleh menambahkan, KY juga sedang berkoordinasi dengan pakar-pakar ilmu hukum untuk langkah-langkah lanjutan.

Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan Wakil Ketua Taufiqurahman Syahuri ditetapkan tersangka oleh Mabes Polri. Keduanya ditetapkan tersangka dengan pasal pencemaran nama baik.

Suparman dan Taufiq menjadi tersangka setelah KY mengeluarkan rekomendasi hukuman bagi hakim pemutus praperadilan kasus Budi Gunawan, Sarpin Rizaldi. Dalam rekomendasi itu KY memutuskan menonpalukan hakim Sarpin selama enam bulan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10