Bagikan:

Kemendag Evaluasi Kebutuhan Sapi

Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengatakan, evaluasi dilakukan untuk menentukan kebutuhan impor yang harus diambil.

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Rabu, 15 Jul 2015 14:12 WIB

Kemendag Evaluasi Kebutuhan Sapi

Ilustrasi Pedagang Sapi. Foto: Muji Lestari KBR

KBR, Jakarta - Kementerian Perdagangan tengah mengevaluasi kebutuhan sapi dan jumlah sapi lokal. Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengatakan, evaluasi dilakukan untuk menentukan kebutuhan impor yang harus diambil. Gobel mengaku mendapat banyak protes dari peternak Nusa Tenggara Barat (NTB) karena sapinya tidak laku di pasar dalam negeri, padahal di saat yang sama, pemerintah justru membuka keran impor.

"Kan semua harus dihitung lagi, berapa total sebetulnya. Karena kita juga begini, di satu sisi, ketika kita akan buka impor, peternak di NTB, mengatakan, kita nggak bisa jual sapi, karena nggak ada pasarnya. Itu alasan daripada peternak. Kita harus melihat, sebetulnya berapa yang ada? Jangan nanti seolah-olah kita tidak memperhatikan para peternak lokal," kata Rahmat Gobel di kantor BPS, Rabu (15/7/2015).

Menteri Perdagangan Rahmat Gobel menambahkan, Jumat lalu  telah menerbitkan izin impor 50 ribu ekor sapi dari Australia. Kata dia, jumlah ini bisa bertambah sesuai dengan kebutuhan riil pada kuartal ketiga Juli-September. Keputusan impor ini diprotes oleh  Australia karena dinilai sangat menurun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 250 ribu ekor.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua