Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Belum Akan Turunkan Harga BBM Bersubsidi

Pertamina masih memantau fluktuasi harga minyak dunia untuk menentukan turun atau tidaknya harga BBM di dalam negeri.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 22 Jul 2015 22:01 WIB

Author

Yudi Rachman

Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Belum Akan Turunkan Harga BBM Bersubsidi

Ilustrasi foto: Antara

KBR, Jakarta- Pertamina menyatakan belum akan menurunkan harga BBM, meski saat ini harga minyak dunia turun ke level terendah sejak 2009 silam. Juru Bicara Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, pihaknya masih memantau fluktuasi harga minyak dunia untuk menentukan turun atau tidaknya harga BBM di dalam negeri.

"Dari sisi kita harga minyak dunia masih fluktuatif, tidak bisa dari penurunan yang singkat itu kemudian digeneralisir untuk penurunan dalam jangka waktu lama dan berdampak pada penurunan harga BBM. Karena apabila diturunkan, kita harus lihat apakah fluktuasi harga ini berlangsung dengan tren yang lama. Jadi itu yang masih jadi perhatian kita.Kedua, kita juga masih fokus untuk bisa melaksanakan uji pasar Petralite dengan baik," jelas Juru bicara Pertamina Wianda Pusponegoro kepada KBR, Rabu (22/7/2015).

Sebelumnya, harga minyak dunia terpantau terus menurun selama beberapa pekan terakhir. Tercatat per hari ini, harga minyak jenis Brent dibuka US$ 56,88 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) US$ 50,71. Jenis solar dan premium menjadi BBM yang dipengaruhi harga minyak dunia. Penurunan itu salah satunya disebabkan kekhawatiran pasar akan terjadinya kelebihan pasokan. Ini membuat harga minyak terseret ke titik terendah sejak tahun 2009 silam. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Sebut Sertifikasi Layak Nikah Tak Wajib