FKUB Cilacap: Masalah di Tolikara, Harus Libatkan Masyarakat Umum

Pengurus FKUB Cilacap, Khazam Bisri mengatakan hingga saat ini yang terlihat pemerintah baru memfasilitasi komunikasi antar elit tokoh agama.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 22 Jul 2015 07:49 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

FKUB Cilacap: Masalah di Tolikara, Harus Libatkan Masyarakat Umum

Khazam Bisri, Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Cilacap. Foto: Muhamad Ridlo KBR

KBR, Cilacap- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Cilacap, Jawa Tengah meminta pemerintah melibatkan masyarakat umum dalam penyelesaian konflik Tolikara supaya pemahaman toleransi antar umat bisa terkomunikasikan dengan baik di lokasi konflik.

Pengurus FKUB Cilacap, Khazam Bisri mengatakan hingga saat ini yang terlihat pemerintah baru memfasilitasi komunikasi antar elit tokoh agama. Padahal, dalam perkembangannya, sudah tersebar informasi di Tolikara memang ada konfik antar umat beragama. Oleh sebab itu, ia meminta pelibatan aktif umat kristiani dan muslim yang selama ini hidup rukun berdampingan di Tolikara.

"Ormas Islam dan tokoh-tokoh agama juga harus mendinginkan suasana. Sebab informasi yang sudah berkembang bahwa di sana (Tolikara) ada konflik antar agama. Pemahaman toleransi juga tidak terbatas pada tingkat elit. Ini harus terkomunikasikan ke warga. Selama ini pemahaman terlihat hanya ditingkat elit, sementara di masyarakat umum masih sangat kurang. Kami mendorong tokoh-tokoh agama untuk mensosialisasikan ke masyarakat luas," kata Khazam Bisri (22/7/2015). 

Khazam yang juga Sekretaris PCNU Kabupaten Cilacap juga meminta kepolisian secepatnya menindak secara hukum pihak-pihak yang bertanggungjawab atas konflik Tolikara yang berujung pada hilangnya nyawa serta kerugian harta benda dan rumah ibadah.

Jika memang benar ada Peraturan Daerah di Tolikara yang berlawanan dengan semangat toleransi, kata dia, pemerintah musti mencabut Perda yang intoleran tersebut. Sebab, hal ini berlawanan dengan UUD 45 soal kebebasan beragama dan menciderai semangat kerukunan antar umat.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

News Beat

Kabar Baru Jam 8

What's Up Indonesia

News Beat