BNPB Targetkan 2.000 Hunian Pengungsi Sinabung Selesai Desember

Jumlah korban erupsi sinabung bertambah jadi sekitar 2.053 hunian karena dampak Sinabung melebar.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 02 Jul 2015 21:31 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

TNI tengah membangun hunian bagi pengungsi Sinabung. Foto: Antara

TNI tengah membangun hunian bagi pengungsi Sinabung. Foto: Antara

KBR, Jakarta – Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyelesaikan pembangunan hunian korban erupsi Sinabung pada akhir tahun ini. Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan, awalnya ada 370 kepala keluarga yang mendapat rumah hunian. Namun kini jumlahnya bertambah menjadi sekitar 2.053 hunian. Ini lantaran korban erupsi bertambah karena erupsi Sinabung pada 2 Juni 2015 lalu melebar.

“Sekarang ini ketika meletus yang 2 Juni ini arah letusan mulai ke selatan, tenggara dan timur. Dulu hanya ke selatan dan tenggara saja. Sekarang sudah ke timur. Akhirnya orang yang di timur itu kalau ga ada tempat untuk mengungsinya, dia diungsikan pemerintah sangat jauh hampir 20 km dari tempat dia. Padahal tempat mereka itu masih ada tanaman, sayuran, kentang yang bisa dipanen. Sehingga kalau terlalu jauh mereka tidak bisa mengamankan tempat itu,” kata Syamsul di depan Kantor Presiden, Kamis (2/7/2015).

Syamsul menambahkan, hunian untuk 370 KK yang berada 3 kilometer dari Gunnug Sinabung akan selesai pada Agustus mendatang. Kata Syamsul, erupsi Sinabung tak bisa dilihat dari sisi tanggap darurat saja. Karena menurut Kepala Badan Geologi yang juga ahli gunung berapi Surono, erupsi Sinabung akan berlangsung hingga 2018.

Editor: Malika

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan Kepala BNPB untuk segera membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Korban Benca??na Erupsi Gunung Sinabung. Anggotanya terdiri dari lintas kementerian dan lembaga, serta melibatkan kepala daerah setempat. Instruksi ini adalah hasil dari rapat kabinet terbatas hari ini terkait penanganan bencana Sinabung. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14