Bagikan:

Berantas Penyelundupan Narkotika, Polri Koordinasi Dengan Polisi Hongkong Dan Tiongkok

Badrodin Haiti mengatakan, meski sering mengagalkan peredaran narkoba dengan jumlah barang bukti yang cukup besar, namun pihaknya masih kesulitan menangkap bandar besar yang bersembunyi diluar negeri.

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Rabu, 15 Jul 2015 15:38 WIB

Berantas Penyelundupan Narkotika, Polri Koordinasi Dengan Polisi Hongkong Dan Tiongkok

Ilustrasi Kepolisian. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Kepolisian Indonesia menjalin koordinasi dengan kepolisian Hongkong, Thailand dan Tiongkok untuk menjerat bandar besar pemasok narkotika ke Indonesia. Kepala Kepolisian Indonesia, Badrodin Haiti mengatakan, meski sering menggagalkan peredaran narkoba dengan jumlah barang bukti yang cukup besar, namun   masih kesulitan menangkap bandar besar yang bersembunyi di luar negeri. Kata dia, narkotika dalam jumlah besar juga kerap masuk ke Indonesia melalui negara transit seperti Malaysia dan Timur Leste.

“Barang-barang yang berjumlah besar itu bisa langsung masuk ke Indonesia, bisa langsung masuk dari Cina atau masuk dahulu ke negara transit seperti malaysia. Kita tahu barang seperti ini masuk mulai dari Aceh, Sumut, Tanjung Balai, Batam itu semua dari sana. Jadi di Cina ini memang sulit karena mereka ini bagian dari home industry. Masuknya ke Indonesia tentu bisa berbagai macam jalur, ada jalur udara, ada jalur darat dan laut karena hampir semua tempat bisa dimasuki,” ujarnya kepada wartawan di kantor Kapolda Metro Jaya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya  meringkus sindikat narkotika jaringan internasional dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 360 kilogram atau senilai  hampir 600 miliar rupiah. Dalam kasus ini, polisi menangkap seorang warga negara Hong Kong berinisial CT dengan barang bukti 10 kilogram sabu. Setelah menangkap CT, Penyidik juga  menciduk bandar berinisial MW di sebuah unit apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara dengan barang bukti 350 kilogram narkotika jenis shabu.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Gamophobia Bikin Sulit Jalin Hubungan

Kabar Baru Jam 7

Benarkah Proyek Food Estate Gagal?

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending