UMKM di Depok Minta Tambahan Insentif Dampak Penaikkan Listrik

KBR, Jakarta - Asosiasi UMKM Kota Depok meminta pemerintah mengucurkan insentif untuk membantu pengusaha kecil. Ini menyusul penaikan tarif listrik untuk industri yang berlaku sejak hari ini.

NASIONAL

Selasa, 01 Jul 2014 08:52 WIB

Author

Aisyah Kharunnisa

UMKM di Depok Minta Tambahan Insentif Dampak Penaikkan Listrik

UMKM, depok, listrik, ekonomi

KBR, Jakarta - Asosiasi UMKM Kota Depok meminta pemerintah mengucurkan insentif untuk membantu pengusaha kecil. Ini menyusul penaikan tarif listrik untuk industri yang berlaku sejak hari ini.

Ketua Asosiasi UMKM Depok, Santoso juga meminta pemerintah memperbanyak pameran produk UMKM. Menurut Santoso pameran dapat membantu penjualan produk dalam waktu sementara. Namun ini cukup membantu karena harga produk dipastikan akan melambung.

"Jadi barang kali dua-duanya ini nanti. Apakah kita mengurangi produksi atau kita meningkatkan harga jual. Kalau mengurangi produksi konsekuensinya pengurangan tenaga kerja dan biaya yang harus dikeluarkan tidak imbang dengan yang kita hasilkan. Lalu kalau kita naikkan harga jualnya paling tidak akan menurun harga jualnya," kata Santoso. Selasa (1/7).

Santoso menambahkan industri yang paling terdampak kenaikan listrik adalah konveksi dan percetakan. Menurut data Dinas UMKM Depok, ada lebih dari 15 ribu usaha kecil dan menengah di kota belimbing tersebut.

Delapan p[uluh persennya adalah usaha mikro yang sangat rentan gulung tikar karena kenaikan tarif listrik. Pemerintah dan DPR sudah menyepakati penaikan tarif listrik untuk enam golongan pelanggan mulai hari ini.

Kenaikan diberlakukan dengan besaran 5,36 persen hingga 11,57 persen setiap dua bulan, tergantung jenis golongan industri. Namun menurut Santoso biaya produksi bisa meningkat hingga 20 persen lantaran semua komponen produksi saling berkait.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Vaksinasi Covid-19 dan Ancaman Hoaks

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Bencana Kala Pandemi dan Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Kabar Baru Jam 10