Tjahyo Kumolo Dilaporkan TV One ke Bawaslu

KBR, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

NASIONAL

Jumat, 04 Jul 2014 14:51 WIB

Author

Guruh Dwi Riyanto

Tjahyo Kumolo Dilaporkan TV One ke Bawaslu

Tvone, PDIP, Pers

KBR, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Koordinator Forum Advokat Peduli Kebebasan Pers Dwi Santoso mengatakan, Tjahjo diduga melanggar Undang-undang Pilpres terkait unjuk rasa puluhan ormas sayap PDI-P di kantor TV One, Rabu (2/7) kemarin. Santoso menuding Tjahjo mendalangi unjuk rasa yang dianggap berujung pada ancaman dan kekerasan itu.

"Kami melaporkan pada Bawaslu bahwa kami menduga pak Tjahjo Kumolo melanggar pasal 41 ayat 1 huruf f UU Pilpres no 42 tahun 2008. Pelaksana Pemilu dilarang mengancam untuk melakukan kekerasan atau menggunakan kekerasan pada seseorang, sekelompok anggota masyarakat dan atau pasangan calon lain. Seandainya pak Tjahjo berkeberatan dengan TV One hendaknya diselesaikan melalui hak jawab," kata Dwi Santoso yang mengatasnamakan diri sebagai Koordinator Forum Advokat Peduli Kebebasan Pers di Badan Pengawas Pemilu, Jumat (4/7).

Sebelumnya, puluhan anggota Repdem berunjukrasa di kantor TV One Yogyakarta dan Jakarta, Rabu (2/7). Organisasi sayap PDI-P itu keberatan dengan pemberitaan TV One. TV One memberitakan bahwa PDIP mengusung paham komunisme dengan pernah mengunjungi Tiongkok pada September 2012. Padahal tidak hanya PDIP yang pergi ke Tiongkok kala itu, namun juga Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat dan Partai Golkar yang  ketuanya Aburizal Bakrie (pemilik TV One) juga pergi kesana. TV One dianggap tidak menyiarkan fakta namun justru menjadi media yang menebarkan isu dan kebencian. 


Dewan Pers menganggap TV One diduga melanggar Undang-Undang Pers karena menyiarkan berita tidak berdasarkan fakta.



Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 15

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode