Setara: Dua Calon Menteri Agama di KAUR Layak Menjabat

Dua calon menteri agama dalam Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) yang diusulkan kubu Jokowi-JK di relawan jejaring Facebook layak untuk menjabat. Kedua nama itu adalah mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra dan Lukman Hakim Sai

NASIONAL

Jumat, 25 Jul 2014 17:59 WIB

Author

Anto Sidharta

Setara: Dua Calon Menteri Agama di KAUR Layak Menjabat

Setara, Menteri Agama, KAUR

KBR, Jakarta – Dua calon menteri agama dalam Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) yang diusulkan kubu relawan Jokowi-JK di jejaring Facebook layak untuk menjabat. Kedua nama itu adalah mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra dan Lukman Hakim Saifuddin, yang kini masih menjabat Menteri Agama.

Menurut Peneliti Senior di Lembaga Setara Institute, Ismail Hasani, keduanya sangat clear (jernih, red.) dalam pandangan soal kebebasan beragama dan berkeyakinan. Azyumardi Azra, kata Ismail, punya modal yang cukup untuk menjadi orang nomor satu di Kementerian Agama.

“Ia punya kemampuan manajemen yang baik, kepemimpinan yang baik. Sangat qualified (mampu, red.) menjadi menteri agama. Beliau juga diterima di berbagai macam kelompok. Dan di dunia internasional ini modal untuk mengelola keberagaman agama di Indonesia,” ujar Ismail Hasani ketika dihubungi Portalkbr, Jumat (25/7).

Sementara, kata Ismail, Lukman Hakim Saifuddin, yang kini masih menjabat Menteri Agama, juga mempunyai kemampuan yang hampir sama.

“Cara Lukman menyikapi persoalan satu visi dengan apa yang digagas oleh Jokowi-JK,” ujar Ismail.

Walau berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tidak mendukung Jokowi-JK, Ismail berharap, Presiden terpilih Joko Widodo mempertimbangkan keprofesionalan Lukman.

Sementara, terkait satu nama lain yang masuk dalam KAUR yakni Siti Maulida, Ismail mengaku tidak mengenalnya. Di luar kedua nama yang ia nilai kompeten itu, menurutnya ada masih banyak calon yang berkompeten.
 
“Tetapi tidak cukup modal dukungan sosial dan politik,” pungkasnya, Ia pun enggan menyebutkan nama-nama itu.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18