SBY Belum Setujui Program 100 Hari Terakhir KIB Jilid II

KBR, Jakarta - Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menyatakan isi Program 100 Hari Terakhir Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II belum disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

NASIONAL

Selasa, 15 Jul 2014 14:53 WIB

Author

Abu Pane

SBY Belum Setujui Program 100 Hari Terakhir KIB Jilid II

SBY, ekonomi, program

KBR, Jakarta - Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menyatakan isi Program 100 Hari Terakhir Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II belum disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto mengatakan program yang sudah ia diajukan ke SBY semisal percepatan pembangunan rel ganda Jakarta-Surabaya, penuntasan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, dan pembangunan waduk di sejumlah daerah. 


Kuntoro memastikan semua kementerian siap menjalankan Program 100 Hari Terakhir masa Pemerintahan SBY tersebut itu.


"Jadi apa yang dicantumkan dalam aksi-aksi penuntasan KIB II adalah semua hal yang mungkin diselesaikan dalam 100 hari. Dan itu bukan program baru, bukan proyek baru tapi proyek yang sudah berjalan yang tinggal membutuhkan tekanan untuk dituntaskan," ujar Kuntoro di Jakarta, Selasa (15/7).


Sementara itu, menunjukkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK) Migas juga masuk dalam Program 100 Hari Terakhir Pemerintahan SBY. Selain itu, ia juga memperioritaskan pengentasan pelatihan guru di seluruh Indonesia. 


Kuntoro yakin Program 100 Hari Terakhir tersebut tuntas diselesaikan sebelum serah terima jabatan Presiden 20 Oktober mendatang.


Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme

News Beat