Rombongan LSM HAM Akan Saksikan Pembukaan Segel Masjid Ahmadiyah Ciamis

KBR, Jakarta - Rombongan LSM hak azasi manusia, Jumat (4/7) datang ke Masjid Ahmadiyah Nur Khilafat di Ciamis. Masjid itu disegel pekan lalu. Mereka datang untuk menyaksikan pembukaan segel yang akan dilakukan sendiri oleh jemaat masjid.

NASIONAL

Jumat, 04 Jul 2014 09:22 WIB

Author

Rio Tuasikal

Rombongan LSM HAM Akan Saksikan Pembukaan Segel Masjid Ahmadiyah Ciamis

Ahmadiyah, penyegelan, ciamis

KBR, Jakarta - Rombongan LSM hak azasi manusia, Jumat (4/7) datang ke Masjid Ahmadiyah Nur Khilafat di Ciamis. Masjid itu disegel pekan lalu. Mereka datang untuk menyaksikan pembukaan segel yang akan dilakukan sendiri oleh jemaat masjid.

Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Nashir Hayatul Islam, mengatakan kedatangan LSM ini juga untuk menunjukkan dukungan dan solidaritas.

"Dengan membawa teman-teman LSM dari Jakarta, biar (mereka) memahami bahwa apa yang dilakukan Pemda kabupaten Ciamis adalah salah dan melangggar konstitusi Indonesia," kata Nasir di tengah perjalanan ke Ciamis, Jumat (4/7) pagi.

"Dengan rasa persatuannya membantu kami dan mendampingi kami," kata Nasir lagi. Rombongan aktivis HAM yang ikut menyaksikkan itu di antaranya dari 2 Jurnalis, 2 jemaat Ahmadiyah, aktivis Kontras, Wahid Institute dan 3 jemaat Syiah.

Pengurus JAI, Nashir Hayatul Islam, mengatakan jemaat masjid akan membuka sendiri segel mereka karena penutupan itu tidak berdasar. Penutupan itu, kata Nashirm melanggar konstitusi Indonesia yang melindungi semua agama.

Masjid Nur Khilafat milik muslim Ahmadiyah di Ciamis ditutup bupati setemoat, Kamis lalu. Penutupan dilakukan oleh Satpol PP atas izin Muspida plus yang ditekan kelompok intoleran.

Senin lalu, jemaat sudah memaksa bupati membuka masjid mereka hingga Kamis. Namun karena bupati tidak menjawab, jemaat pun akan membukanya sendiri hari ini.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror