Persepi: Lembaga SMRC Paling Teliti dan Tingkat Kesalahan Paling Kecil

KBR, Jakarta-Audit proses yang dilakukan Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) pada lembaga survei Pilpres yang dilakukan Selasa (15/7) hari ini menyatakan, bahwa teknik sampling yang dipraktekkan lembaga survei Saiful Mujani Rese

NASIONAL

Selasa, 15 Jul 2014 15:58 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Persepi: Lembaga SMRC Paling Teliti dan Tingkat Kesalahan Paling Kecil

Persepi, SMRC, Pilpres

KBR, Jakarta- Audit proses yang dilakukan Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) pada lembaga survei Pilpres yang dilakukan Selasa (15/7) hari ini menyatakan, bahwa teknik sampling yang dipraktekkan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) jauh lebih teliti.

Wakil Ketua Dewan Etik Persepi Hamdi Muluk mengatakan dalam menentukan samplingnya, SMRC terlebih dulu membuat daftar atau list dari 470.000 tempat pemungutan suara. Padahal Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri tak pernah membuat list 470. 000 TPS itu. Selain itu sampel yang diambil SMRC lebih banyak dibandingkan lembaga survey lainnya yakni 4000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga tingkat error atau kesalahannya makin kecil yakni 0,68 persen.

“Kalau anda tak punya listnya, random hanya ada di tingkat kabupaten dan kecamatan. Tapi kalau anda stratifikasi lagi ke bawah itu error variannya meningkat. Selain itu pengorganisasiannya rapi. Harus ada dokumentasinya kan?, “kata Wakil Ketua Dewan Etik Persepi Hamdi Muluk.

Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Selasa (15/7) hari ini melakukan audit pada 9 anggotanya. Dimana sebanyak 7 lembaga survei mengunggulkan Joko Widodo- Jusuf Kalla, sementara 2 lembaga lagi mengunggulkan Prabowo- Hatta Rajasa. Padahal tidak mungkin kedua pihak ini dua-duanya benar secara statistik. Hasil hitung cepat tak boleh berbeda hasilnya.

Namun 2 lembaga survei yang mengunggulkan Prabowo-Hatta dalam acara audit proses hitung cepat ini menolak untuk hadir. Lembaga survei Puskaptis beralasan Persepi tak berhak mengaudit mereka, sementara JSI tak merespon undangan Persepi.



Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Pekan Diplomasi Iklim

Pekan Diplomasi Iklim

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Prabowo Masuk Kabinet, Pengusutan Kasus HAM Diprediksi Mangkrak