Bagikan:

Migrant Care Dampingi TKI Beberkan Kasus Pemerasan ke KPK

KBR, Jakarta - Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) korban pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta akan segera melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NASIONAL

Rabu, 30 Jul 2014 14:04 WIB

Author

Nur Azizah

Migrant Care Dampingi TKI Beberkan Kasus Pemerasan ke KPK

tki, pemerasan, bandara, bnp2tki, portalkbr

KBR, Jakarta - Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) korban pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta akan segera melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini disampaikan Analis Kebijakan Migrant Care, Wahyu Susilo, setelah Ketua KPK Abraham Samad mengimbau para buruh migran korban pemerasan melapor ke lembaga anti rasuah itu. Wahyu optimistis inspeksi mendadak KPK di bandara jelang lebaran lalu menjadi langkah awal pembenahan proses pemulangan TKI.

Dia belum bisa menjelaskan kapan para TKI akan melapor secara bergiliran ke kantor KPK. "Karena waktu itu juga ada call dari KPK bahwa bagi mereka yang pernah menjadi korban pemerasan bisa melaporkan ini. Bagi teman TKI yang masih tinggal di luar negeri juga menyampaikan rasa syukur mereka bahwa akhirnya KPK bertindak untuk soal ini meskipun saya kira tindakan sidak kemarin bukanlah yang terakhir," jelas Wahyu dalam program Sarapan Pagi KBR. 

Menurutnya, pemerasan TKI di bandara akibat tumpang tindih anturan pemulangan yang membingungkan para buruh migran. Salah satunya aturan soal terminal kedatangan TKI yang diatus dalam regulasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI). Padahal dalam peraturan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi disebutkan TKI bisa pulang secara mandiri melalui terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, sama seperti penumpang biasa.

"Bahkan mungkin kita harapkan itu tindakan awal untuk membenahi proses pemulangan TKI yang selama ini sudah sangat eksploitatif dan menahun," pungkas Wahyu menutup penjelasannya. (Baca juga: Musim Mudik, Marak Pemerasan TKI di Bandara)

Editor: Irvan Imamsyah

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi

Most Popular / Trending