Komnas HAM: Orang Sakit dan Penyandang Diffable Belum Dipenuhi Haknya di Pilpres

KBR,Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat 90 persen lebih warga di rumah sakit tak dapat mencoblos saat Pilpres 9 Juli kemarin.

NASIONAL

Jumat, 11 Jul 2014 22:41 WIB

Author

Gun-Gun Gunawan

komnas, sakit, pilpres

KBR,Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat 90 persen lebih warga di rumah sakit tak dapat mencoblos saat Pilpres 9 Juli kemarin. Anggota Komnas HAM Nurkhoiron mengatakan, hal tersebut dikarenakan minimnya sosialisasi. DIa menambahkan, pemenuhan hak untuk kaum difabel juga masih minim.

"Berdasarkan ketentuan yang ada seharusnya mereka diikutkan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat. Nyatanya tidak semua pejabat KPPS ini bisa menyediakan secara optimal hak konstitusional warga di rumah sakit. Kenapa bisa begitu? karena tidak ada sosialisasi. Berapa kebutuhannya surat suara, berapa orang itu mereka tidak tahu," kata Nur Khoiron saat dihubungi KBR.

Nurkhoiron menambahkan, lembaganya bakal memberikan rekomendasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait minimnya pemenuhan hak para kaum rentan ini. Menurutnya, KPU tidak maksimal dalam menjalankan rekomendasi Komnas HAM terkait hak masyarakat rentan. Misalnya penyediaan surat suara huruf braille bagi kaum tuna netra.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat