Diprotes Kedutaan Soal Penahanan Guru JIS, Komnas PA Minta Polisi Jalan Terus

KBR, Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak meminta kepolisian tidak terpengaruh dengan protes 3 kedutaan besar dalam kasus pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS).

NASIONAL

Rabu, 16 Jul 2014 16:43 WIB

Author

Rio Tuasikal

Diprotes Kedutaan Soal Penahanan Guru JIS, Komnas PA Minta Polisi Jalan Terus

kedutaan, pelecehan, JIS

KBR, Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak meminta kepolisian tidak terpengaruh dengan protes 3 kedutaan besar dalam kasus pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS). TIga kedutaan ini memprotes penahanan 2 guru yang dilakukan Selasa (15/7) kemarin.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan kepolisian harus menuntaskan proses hukum meski melibatkan warga asing. Aris menyatakan bahwa kepolisian juga memiliki dasar hukum untuk menahan 2 guru itu.

"Saya kira itu penting karena yuridiksinya di Indonesia. Biarkan saja berproses di situ. Dua alat bukti yang ditemukan oleh Polda Metro Jaya itu kan sudah bisa menetapkan orang jadi tersangka. Kalau mereka ditemukan bersalah ya harus bertanggung jawab secara hukum. Kalau nggak bersalah kan lepas. Itu nanti sederhana saja kan. Kenapa berlebihan ketakutannya?" kata Arist saat dihubungi KBR, Rabu (16/7) sore.

Sebelumnya, kedutaan Amerika, Inggris dan Australia melayangkan protes terhadap polisi yang menahan 2 guru JIS sebagai tersangka. Dua guru tersebut adalah Neil Bantleman dan Ferdinant Michel. Keduanya ditahan setelah Senin (14/7) kemarin diperiksa selama 8 jam.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18