Bagikan:

Tim Khusus untuk Tuntaskan Masalah di Penjara

KBR68H, Jakarta

NASIONAL

Selasa, 30 Jul 2013 15:42 WIB

Tim Khusus untuk Tuntaskan Masalah di Penjara

tim khusus, masalah penjara, deny indrayana

KBR68H, Jakarta – Pemerintah membentuk tim khusus untuk menuntaskan berbagai masalah di penjara. Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengatakan, tim melibatkan instansi kementerian dan lembaga lain. Di antaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Badan Narkotika Nasional. Tim Khusus ini bakal menyelesaikan berbagai masalah yang ada di penjara Indonesia seperti kelebihan daya tampung, penanganan tahanan narkoba, dan lain-lain.

“Menyusun lagi rencana aksi yang lebih detail secara cepat, karena waktu kami tinggal satu tahun, saya diminta menjadi ketua tim kecil itu, misalnya kalau kapasitas berlebihan, menambah kapasitas rutan. Relokasi napi-napi dari tempat yang penuh ke yang kurang. Menyusun dalam jangka panjang pidana alternatif, sehinga tidak sedikit-sedikit dimasukan ke lapas. Misalnya, kerja sosial. Mendorong agar pengguna, korban narkoba tidak ke lapas tapi ke luar lapas, menyehatkan lagi secara medis dan sosial,” ungkap Denny Indrayana di gedung Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Selasa (30/7).

Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana juga mendorong penambahan remisi atau pengurangan hukuman bagi tahanan anak, tahanan lansia dan tahanan orang sakit.

Pembentukan Tim Khusus ini tidak lepas dari kerusuhan yang terjadi di Penjara Tanjung Gusta Medan Sumatera Utara. Kerusuhan dipicu ketidak nyamanan penjara, kelebihan kapasitas dan layanan listrik yang tidak berfungsi. Kerusuhan menyebabkan lima orang tewas dan seratusan tahanan kabur termasuk tahanan terorisme.

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending