covid-19

Tak Ada Pengurus Definitif, Kebun Binatang Surabaya Tak Dikelola Maksimal

Tim Pengelola Sementara (TPS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) meminta pemerintah segera membentuk pengurus baru definitif KBS.

NASIONAL

Rabu, 03 Jul 2013 14:37 WIB

Tak Ada Pengurus Definitif, Kebun Binatang Surabaya Tak Dikelola Maksimal

kebun binatang surabaya, harimau

KBR68H, Jakarta- Tim Pengelola Sementara (TPS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) meminta pemerintah  segera membentuk pengurus baru definitif KBS. Ketua Harian Tim, Toni Semampau mengatakan pengurus baru tersebut diharapkan  bisa memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) para karyawan KBS. Kata dia Kebun binatang selama ini sulit berkembang karena kemampuan dan pengetahuan karyawan yang kurang memadai.

"Kami dapat sponsorship dari perusahaan-perusahaan. Kita memperbaiki fasilitas. Sebagian sudah jalan itu. pakannya sudah kita perbaiki, sistem pakan, apa yang harus mereka makan. Tapi sulitnya (SDM) manusianya kan yang jadi masalah. Makanya kami harapkan ada pengelola definitif yang tahu secara profesional kalau nanti dikelola. Yang mana yang harus diganti yang mana yang harus direkrut karena baik," jelasnya saat dihubungi KBR68H, Rabu (3/7)

Ketua Harian Tim Pengelolaan Sementara KBS, Toni Semampau menambahkan saat ini pihaknya telah mengevaluasi  kembali pasca matinya Harimau Melani yang ramai diberitakan di media. Toni yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama Taman Safari Indonesia mengaku kesulitan karena tidak memiliki wewenang penuh dalam mengelola KBS. Kata dia hal ini yang membuat program perbaikan yang dilakukan tidak maksimal.

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona