Setara: Ada Kekuatan Besar di Belakang FPI

KBR68H, Jakarta

NASIONAL

Rabu, 24 Jul 2013 12:25 WIB

Author

Doddy Rosadi

Setara: Ada Kekuatan Besar di Belakang FPI

setara, FPI, kekuatan besar, kendal

KBR68H, Jakarta – Sikap polisi yang sering ragu dalam menindak anggota ormas FPI yang melakukan tindakan anarkis kemungkinan besar karena adanya kekuatan besar yang mendukung ormas tersebut. Peneliti Setara Ismail Hasani mengatakan, kekuatan besar itulah yang membuat polisi harus berpikir panjang sebelum menangkap dan membawa kasus pelanggaran yang dilakukan anggota FPI ke jalur hukum. Berdasarkan catatan Setara, tidak banyak kasus pelanggaran yang dilakukan anggota FPI yang berlanjut ke proses hukum.

“Kita ambil saja contoh kasus kekerasan FPI di Kendal beberapa waktu lalu itu. Selain menahan anggota FPI, polisi juga menahan warga yang diduga memicu aksi anarkis tersebut. Ini dilakukan agar polisi dinilai berimbang dan tidak berat sebelah. FPI ini kan selalu melakukan tindakan yang frontal secara terbuka. Kalau tidak ada kekuatan besar yang melindungi mereka, mana mungkin mereka berani melakukan itu,”kata Ismail ketika dihubungi KBR68H.

Ismail menambahkan, Presiden SBY sudah memerintahkan aparat hukum untuk menindak tegas ormas yang melakukan tindakan anarkis. Kata dia, aparat hukum seperti polisi seharusnya menindaklanjuti pernyataan SBY tersebut sebagai sebuah perintah.

Ismail menengarai, FPI digunakan oleh aktor di luar negara untuk kepentingan politik. Kecurigaan ini semakin kuat ketika FPI menghina Presiden sebagai seorang pecundang pasca pidatonya yang menanggapi aksi kekerasan di Kendal.

“Kalau FPI itu ormas yang digunakan oleh negara, pasti mereka tidak akan menghina Presiden. Karena itu, saya semakin yakin bahwa FPI ini adalah ormas yang dipelihara oleh aktor di luar negara,”ujarnya.

Selain itu, Ismail juga mengecam sikap Kementerian Agama yang lunak kepada FPI. Menteri Agama Suryadharma Ali dinilai melakukan kebijakan dua kaki terkait tindakan anarkis yang kerap dilakukan ormas tersebut. Di satu sisi, Menteri Agama terkesan ingin menggunakan FPI untuk kepentingan politiknya dan di sisi lain keberatan dengan aksi anarkis yang sering dilakukan dan tidak berbuat banyak selain mengeluarkan himbauan.

Sebelumnya, Kementerian Agama hanya meminta Ormas Radikal FPI mengubah cara dakwah yang selama ini dinilai keras dan radikal. Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan permintaan itu akan disampaikan ke FPI langsung dalam waktu dekat.

Selain itu Menag juga menyayangkan penghinaan yang dilakukan Pimpinan FPI Rizieq Syihab yang menyebut Presiden SBY pecundang karena menegur FPI yang melakukan aksi kekerasan di Kendal Jawa Tengah pekan lalu.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18