Presiden Pertanyakan Anggaran Rp1 Triliun Untuk Tingkatkan Kapasitas Lapas

KBR68H, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempertanyakan penyerapan anggaran sebesar Rp 1 triliun yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas lapas.

NASIONAL

Sabtu, 13 Jul 2013 13:53 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Presiden Pertanyakan Anggaran Rp1 Triliun Untuk Tingkatkan Kapasitas Lapas

lapas tanjung gusta, anggaran lapas, portalkbr.com


KBR68H, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempertanyakan penyerapan anggaran sebesar Rp 1 triliun yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas lapas. Oleh sebab itu, Presiden meminta Kementrian Hukum dan Ham untuk segera menyerahkan laporan penggunaan anggaran Rp 1 triliun tersebut. Menurutnya, pemerintah akan menambah anggaran, jika anggaran tersebut kurang. Dia berharap kejadian di lapas Tanjung Gusta tidak terulang.(Baca: Sebagian Narapidana Tanjung Gusta akan Direlokasi)

"Untuk meningkatkan kapasitas lapas, terutama yang sudah overload. Tujuan saya, tujuan kita jangan sampai terjadi seperti yang di Medan ini. Saya ingin mendapat laporan digunakan seperti apa, kalau masih kurang kita bisa tambah lagi, karena sudah puluhan tahun tidak ditambah, mumpung ekonomi kita membaik,anggaran kita meningkat," kata Susilo Bambang Yudhoyono di Halim.

Kamis lalu, Lapas Tingkat I Tanjung Gusta di Medan dibakar oleh narapidana. Pembakaran itu sebagai protes narapidana terhadap pemberlakukan PP Nomor 19 tahun 2002. PP tersebut melarang terpidana terorisme, korupsi dan narkoba mendapat potongan masa tahanan atau remisi.

Sementara itu, Kementerian Hukum dan HAM menilai, aksi tersebut dipicu oleh matinya aliran listrik dan air di Lapas. Dalam insiden tersebut, 5 orang meninggal serta ratusan narapidana termasuk terpidana terorisme melarikan diri. Hingga kini, Kepolisian baru bisa menangkap 65 narapidana yang kabur tersebut.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10