Petani Ragukan Janji Kementan soal Ganti Rugi Panen

Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) meragukan janji pemerintah yang akan memberikan ganti rugi bila hasil panen mereka gagal.

NASIONAL

Kamis, 11 Jul 2013 15:15 WIB

Petani Ragukan Janji Kementan soal Ganti Rugi Panen

Petani, Kementan, Ganti Rugi Panen

KBR68H, Jakarta- Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) meragukan janji pemerintah yang akan memberikan ganti rugi bila hasil panen mereka gagal.

Deputi Pengkajian Kebijakan dan Kampanye FSPI Ahmad Yakub mengatakan, janji serupa pernah diumbar pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) namun tidak ditepati.

"Ini sudah pernah pada 2009 lalu ketika kemarau. Pemerintah katanya mau mengganti rugi bila ada kegagalan sekian persen terhadap lahan pertanian padi. Itu lewat Permentan. Tapi dalam pelaksanaannya itu anggota FSPI misalnya di NTT melapor ke Dinas Pertanian setempat malah mereka tidak mengerti dan baru tahu katanya. Kita harap itu bisa dijalankan, bukan cuma janji di atas kertas," kata Ahmad Yakub kepada KBR68H.

Kemarin pemerintah berjanji bakal memberi ganti rugi pada petani yang gagal panen akibat kejadian luar biasa. Menteri Pertanian Suswono mengatakan, ganti rugi itu merupakan bagian dari kemudahan-kemudahan program pemerintah bagi petani. Ini sesuai dengan Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang baru saja disahkan. Menteri Pertanian Suswono menambahkan, pemerintah berjanji akan segera menuntaskan turunan undang-undang ini.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?