Bagikan:

Petani Menjerit, Pemerintah Tetap Impor Bawang

Kementerian Pertanian mengklaim terpaksa mempercepat impor bawang merah semester II pada bulan ini, karena harganya melonjak.

NASIONAL

Selasa, 23 Jul 2013 20:40 WIB

Petani Menjerit, Pemerintah Tetap Impor Bawang

impor, bawang merah

KBR68H, Jakarta - Kementerian Pertanian mengklaim terpaksa mempercepat impor bawang merah semester II pada bulan ini, karena harganya melonjak.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian (P2HP), Kementerian Pertanian, Yasin Taufik mengatakan, semestinya impor bawang merah dilakukan pada Oktober hingga Desember, sebab bulan ini petani sedang panen raya. Dia berdalih, jika impor tak dilakukan, maka akan merugikan masyarakat luas.

"Tetapi melihat gejala harga yang terjadi saat ini, memang kita tarik ke depan importasi itu. Agar secepatnya importir yang sudah dialokasikan RPIHnya itu, mau pun surat persetujuan impor itu agar melakukan impor pada bulan Juli," kata Yasin Taufik kepada KBR68H.

Sekretaris Direktorat Jenderal P2HP, Kementerian Pertanian, Yasin Taufik menambahkan, kekurangan produk bawang merah di pasaran saat ini juga karena faktor cuaca.

Sebelumnya petani protes atas rencana pemerintah mengipor bawang merah dengan kuota 16 ribu ton. Kalangan petani menyatakan kebijakan tersebut membuat petani bawang merah merugi.

Editor: Antonius Eko 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?