Pengamat : Nilai Rupiah Anjlok, Akibatkan Kredit Bermasalah

KBR68H, Jakarta- Melemahnya nilai tukar rupiah dinilai akan berakibat munculnya kredit-kredit bermasalah dari perusahaan yang bergerak di sektor riil maupun sektor non riil .

NASIONAL

Minggu, 28 Jul 2013 21:20 WIB

Author

sasmito

Pengamat : Nilai Rupiah Anjlok, Akibatkan Kredit Bermasalah

nilai rupiah, rupiah melemah




KBR68H, Jakarta- Melemahnya nilai tukar rupiah dinilai akan berakibat munculnya kredit-kredit bermasalah dari perusahaan yang bergerak di sektor riil maupun sektor non riil . Pengamat Pasar uang, Farial Anwar mengatakan, perusahaan-perusahaan Indonesia akan membutuhkan tambahan rupiah untuk membayar hutang-hutang ke luar negeri. Kata Dia, kondisi tersebut akan semakin melemahkan kekuatan perusahaan yang bergerak di sektor riil dan sektor lainnya bila tak dikendalikan pemerintah.

"Saya perkirakan sektor riil akan berdampak ketika rupiah melemah terus. Jadi saya tidak sependapat kalau ada orang berpendapat ini bagus sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia. Siapa yang diuntungkan. Yang diuntungkan seperti eksportir misalkan atau orang-orang kaya yang sudah mengkawinkan kekayaannya kedalam dolar."ujar Farial Anwar kepada KBR68H,Minggu(28/7/2013)

Pengamat Pasar uang, Farial Anwar. Farial menambahkan melemahnya rupiah juga akan berakibat pada membengkaknya APBN karena besarnya impor Indonesia. Menurutnya pemerintah seharusnya membuat pengetatan kebijakan penanaman modal di Indonesia. Bebasnya keluar masuk modal asing selama ini seringkali berakibat langsung terhadap nilai tukar rupiah. Ia mencontohkan batasan waktu penanaman modal seharusnya antara 3 sampai 6 bulan. Dalam beberapa waktu terakhir nilai rupiah merosot di bawah angka Rp 10.000,00 per dolar. Bank Indonesia meminta masyarakat tidak panik menghadapi anjloknya nilai rupiah ini,  

Arin Swandari

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror