Menkeu Klaim Penilaian BPK Terhadap LKKL 2012 Meningkat

Pemerintah mengklaim jumlah kementerian dan lembaga yang mempunyai laporan keuangan yang baik, bertambah. Laporan itu tertuang dalam Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (LKKL) 2012 di Kementerian Keuangan yang diperiksa Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

NASIONAL

Selasa, 09 Jul 2013 18:56 WIB

Author

Abu Pane

Menkeu Klaim Penilaian BPK Terhadap LKKL 2012 Meningkat

Menkeu, Penilaian BPK, LKKL 2012

KBR68H, Jakarta - Pemerintah mengklaim jumlah kementerian dan lembaga yang mempunyai laporan keuangan yang baik, bertambah. Laporan itu tertuang dalam Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (LKKL) 2012 di Kementerian Keuangan yang diperiksa Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan,  ada 69 Kementerian Lembaga yang mendapatkan peringkat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sebelumnya ada 67 kementerian lembaga saja. Chatib menyebut Kementerian yang berhasil memperbaiki laporan keuangannya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertahanan.

“Yaitu laporan keuangan BPK yang diaudit Kantor Angkutan Publik atau KAP. Berdasarkan audit tersebut, 69 LKKL Kementerian Lembaga mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 21 LKKL mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian, 2 LKKL mendapat opini Tidak Menyatakan Pendapat, serta LKBUN mendapat opini WDP,” ujar Chatib di Jakarta, Selasa (9/7).

Menteri Keuangan Chatib Basri menambahkan, membaiknya laporan keuangan di pemerintahan karena kinerja Aparat Pengawas Interen Pemerintah (APIP) yang serius mengawasi pengelolaan APBN. Sehingga anggaran belanja negara di 2012 bisa efisien dan tepat sasaran.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Sejumlah Kendala Vaksinasi Lansia