KADIN: Hapus Subsidi Energi!

KBR68h, Jakarta - Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mengusulkan agar pemerintah menghapus subsidi energi dan mengalihkan anggaran itu untuk percepatan pembangunan infrastruktur

NASIONAL

Rabu, 03 Jul 2013 08:40 WIB

Author

KBR68H

KADIN: Hapus Subsidi Energi!

KADIN, subsidi energi, dihapus, perekonomian

KBR68H, Jakarta - Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mengusulkan agar pemerintah menghapus subsidi energi dan mengalihkan anggaran itu untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Menurut para pengusaha, subsidi energi menghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ketua Umum KADIN Suryo Bambang Sulisto mengatakan berbagai hambatan pembangunan harus segera diselesaikan pemerintah. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat jika pemerintah cepat memutakhirkan infrastruktur di Indonesia, ketimbang mengurus subsidi energi setiap tahunnya.

"Dialihkan ke yang lain. mendingan ke daerah, dari pada garamin laut ga jelas kemana manfaatnya. bagaimana pertumbuhan ekonomi daerah, lapangan pekerjaan bisa diciptakan. bagaimana pertumbuhan ekonomi daerah, lapangan pekerjaan bisa diciptakan. tapi kasih batas beberapa tahun untuk daerah, setelah itu musti mandiri. Itu jauh lebih bermanfaat rakyat lebih tertolong," Ujar Suryo setelah menyampaikan paparannya dalam Seminat tengah Tahun INDEF, di Jakarta, selasa (2/7).


Ketua Kamar Dagang Industri, Suryo Bambang Sulisto menambahkan nantinya alokasi anggaran subsidi energi dialihkan ke daerah untuk pembangunan infrastruktur. Misalnya penjatahan anggaran tambahan untuk pemerintah daerah sebesar Rp 5 triliun di tiap daerah. Untuk mengantisipasi adanya penyelewengan, Suryo Bambang Sulisto juga usul agar pemerintah memperketat pengawasan dan mengevaluasi penggunaan anggarannya.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15