Hindari Suap, Mahkamah Agung Harus Transparansi

KBR68H, Jakarta - Anggota Komsi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Nudirman Munir mendesak Mahkamah Agung (MA) untuk melakukan transparansi segala hal, termasuk proses hukum.

NASIONAL

Sabtu, 27 Jul 2013 15:40 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Hindari Suap, Mahkamah Agung Harus Transparansi

MA, suap pengacara, KPK

KBR68H, Jakarta - Anggota Komsi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Nudirman Munir mendesak Mahkamah Agung (MA) untuk melakukan transparansi segala hal, termasuk proses hukum.

Menurut dia, selama ini Mahkamah Agung tidak pernah mau terbuka untuk siapapun, kecuali pejabat yang berduit. Kata dia, dalam persidangan yang terbuka untuk umum pun MA tidak mau terbuka.

"Transparansi, transparansi ini yang tidak ada. Sehingga Mahkamah Agung itu gedungnya kaya istana para naga-naga. Artinya apa, sulit masuk akses ke Mahkamah Agung, artinya apa tertutup. Nah kalau tertutup ini operasi senyap, apa yang terjadi kalau operasi senyap kita bisa tau sendiri. Nah kita harapkan jangan terjadi lagi seperti ini, yang penting ada CCTV jadi kalau ada kasus suap ketahuan," ujar Nudirman usai dikusi di Warung Daun Cikini, Sabtu (27/7).

Sebelumnya, KPK menangkap tangan Djodi Supratman, staf Diklat Mahkamah Agung dan Mario Carmelio Bernardo, seorang pengacara. Dalam penangkapan itu, KPK menyita bukti berupa uang sebesar Rp 80 juta.


Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme