Hilmi Dituding Jual Tanah Wakaf ke LHI

Pendiri Partai Keadilan (PKS), Yusuf Supendi memprotes Komisi Pemberantasan Korupsi yang menyita rumah wakaf di Cipanas Jawa Barat.

NASIONAL

Kamis, 04 Jul 2013 13:51 WIB

Author

Sindu Dharmawan

Hilmi Dituding Jual Tanah Wakaf ke LHI

rumah wakaf, korupsi, yusuf supendi, KPK, LHI

KBR68H, Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin dituding melakukan tindak pidana dengan menjual tanah yang sudah diwakafkan kepada orang lain. Berdasarkan Undang-undang tentang Wakaf, seseorang yang menjual tanah wakaf diancam hukuman lima tahun penjara dan denda Rp500 juta rupiah. Tudingan itu disampaikan seorang pendiri Partai Keadilan Yusuf Supendi saat ia mendatangi gedung KPK. Yusuf Supendi juga memprotes Komisi Pemberantasan Korupsi KPK yang menyita tanah wakaf tersebut.

“Rumah induk wakaf wasiat, H. Zainal dan Hajjah Marikah di Cipanas. Kebetulan rumah itu dijual oleh Hilmi Aminuddin ke Luthfi Hasan Ishaaq. Oleh karena itu pada kesempatan ini, kami akan memberikan surat keberatan kepada KPK. Karena, berdasarkan Undang-undang nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf, pasal 40 wakaf tidak boleh disita dan, dijual," tegas Yusuf Supendi saat menemani ahli waris rumah wakaf ke KPK, Kamis (4/7).

Maret lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyita tanah dan bangunan milik terdakwa bekas Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq di Cianjur, Jawa Barat. Rumah itu disita lantaran diduga berkaitan dengan perkara tindak pidana pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq.

Rumah yang disita KPK tersebut, merupakan salah satu rumah dari beberapa aset Luthfi Hasan Ishaaq yang telah disita KPK. Dalam kasus ini Luthfi Hasan Ishaaq diduga melanggar Undang-undang tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Perkara ini saat ini tengah masuk ke persidangan.

Editor: Suryawijayanti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18