Fraksi PKS Optimistis RUU Ormas Sah Hari ini

Fraksi PKS di DPR yakin RUU Organisasi Kemasyarakatan atau RUU Ormas bakal disahkan dalam sidang paripurna kali ini. Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nurwahid mengatakan, RUU Ormas sudah mengakomodasi keinginan masyarakat Indonesia untuk berserikat dan ber

NASIONAL

Selasa, 02 Jul 2013 12:28 WIB

Author

Ade Irmansyah

Fraksi PKS Optimistis RUU Ormas Sah Hari ini

pks, dpr, ruu ormas

KBR68H, Jakarta – Fraksi PKS di DPR yakin RUU Organisasi Kemasyarakatan atau RUU Ormas bakal disahkan dalam sidang paripurna kali ini. Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nurwahid mengatakan, RUU Ormas sudah mengakomodasi keinginan masyarakat Indonesia untuk berserikat dan berkumpul.

Hidayat memastikan RUU itu tidak seperti yang dikhawatirkan masyarakat luas. Hidayat mengklaim RUU Organisasi Kemasyarakatan akan menggantikan UU Ormas lama produk Orde Baru yang sangat represif dan membatasi kebebasan berserikat.

“Kami setuju undang-undang ini segera disahkan. Sebab kalau undang-undang ini tidak disahkan, maka secara tidak langsung kita menyetujui untuk diberlakukannya terus menerus undang-undang produk orba itu, undang-undang yang represif dan tidak demokratis itu,”  kata Hidayat Nur Wahid.

Pengesahan RUU Ormas masih menuai pro dan kontra di masyarakat dan DPR. Pekan lalu, paripurna batal mengesahkan RUU ini dengan alasan perlu ada revisi dan sosialisasi.

Di parlemen, Fraksi PAN meminta pengesahan RUU itu ditunda. Sementara di masyarakat, banyak elemen masyarakat menolak pengesahan RUU Ormas dengan alasan mengancam kebebasan berserikat. Sejumlah LSM Ormas meminta agar DPR berkonsentrasi membenahi KUHP atau merevisi UU Perkumpulan dan UU Yayasan, jika hendak digunakan untuk menertibkan ormas-ormas anarkis.

Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11