Beragam Komentar soal Daging Sapi Impor

Kekhawatiran masyarakat soal kehalalan daging sapi impor dijawab pemerintah. Kementerian Perdagangan menjamin seratus persen kehalalan daging impor asal Australia.

NASIONAL

Rabu, 24 Jul 2013 08:25 WIB

Author

Khusnuh Khotimah dan Febriana Sinta

Beragam Komentar soal Daging Sapi Impor

Daging Sapi Impor, Daghing sapi lokal, Halal

KBR68h, Jakarta- Kekhawatiran masyarakat soal kehalalan daging sapi impor dijawab pemerintah. Kementerian Perdagangan menjamin seratus persen kehalalan daging impor asal Australia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Bachrul Hairie menegaskan, daging yang masuk sudah disertai sertifikat halal yang dikeluarkan lembaga resmi Australia. Sertifikat tersebut, kata Bachrul, merupakan salah satu persyaratan izin impor.

“Nah lembaga itu telah diakreditasikan oleh MUI. Dengan demikian maka import Indonesia hanya boleh diambil dari RPH (Rumah Pemotongan Hewan) di Australia yang sudah terakreditasi. Mengingat sistem akreditasi di negara-negara maju seperti Australia bisa kita andalkan, kita juga selalu melakukan review mengenai itu.” ujar Bachrul Hairie.

Kementerian Perdagangan terus akan menjual daging sapi murah ke pedagang pasar tradisional dan masyarakat hingga H-2 lebaran. Langkah ini untuk menurunkan harga daging sapi di kisaran Rp 70 ribu perkilogram. Daging sapi ini sebagian besar adalah sapi impor dari Australia.

Sementara itu, di daerah ada pemerintah daerah yang melarang masuknya daging sapi impor. Namun, dengan alasan yang berbeda. Misalnya saja Pemerintah Kota dan Kabupaten di DIY yang sepakat melarang  daging sapi impor  masuk ke pasar tradisional.

Kepala Biro Ekonomi Pemda DIY, Sri Hartanto mengatakan, asosiasi pedagang daging sapi pasar tradisional di Jogjakarta menolak menjual daging sapi import karena tidak laku. Daging import dinilai tidak segar, lengket dan menyimpan air hingga 20 persen per kilogram. .

"Perilaku konsumen terhadap daging itu ternyata berbeda . Bedanya gini daging impor tidak disuka oleh masyarakat tertama pedagang bakso , dan masyarakat suka daging yang segar. Daging impor itu dipegang pliket (lengket), dan setelah mencair menjadi lunak kurang kenyal" kata Sri Hartanto kepada KBR68H.

Sri Hartanto menyatakan, alokasi daging sapi impor hanya akan dijual di pasar modern. Daging sapi impor ini biasanya dibeli pengusaha makanan, restoran dan hotel yang memanfaatkan harga daging sapi impor yang lebih murah.

Untuk menurunkan harga daging sapi lokal yang saat ini mencapai harga Rp 96 ribu per kg, Pemda DIY meminta Pemerintah Pusat memberikan bantuan sapi hidup. Menurutnya sapi hidup dapat menghasilkan daging sesuai keinginan konsumen di Jogja

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19