Bagikan:

Sandi Targetkan 700 Ribu Lapangan Kerja dari Sektor Ekonomi Kreatif

"Tahun ini kita targetkan penciptaan lapangan pekerjaan sekitar 700.000 dari sektor ekonomi kreatif,"

NASIONAL

Senin, 20 Jun 2022 09:31 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno memberikan pelatihan Santri Digitalpreaneur Indonesia di Masjid Al-Fattah P

Menparekraf Sandiaga Uno memberikan pelatihan Santri Digitalpreaneur Indonesia di Ponpes Indrisiyah, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Sabtu (18/6/22). (Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan 700 ribu lapangan pekerjaan sektor ekonomi kreatif dapat tercapai tahun ini. Hal ini disampaikan Sandiaga saat melakukan kunjungan pada acara Kabupaten dan Kota Kreatif di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (19/6). 

Kata dia, lapangan kerja bisa terbuka melalui kegiatan ekonomi kreatif yang menjadi momen kebangkitan ekonomi nasional.

"Kabupaten dan kota kreatif kita laksanakan di kabupaten Cirebon sebagai destinasi yang memiliki banyak sekali keunggulan subsektor ekonomi kreatif mulai dari kriya sampai kepada seni pertunjukan dan kuliner dan fashion. Kami sangat mendukung karena pelaku-pelaku ekonomi kreatif ini akan membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan, tahun ini kita targetkan penciptaan lapangan pekerjaan sekitar 700.000 dari sektor ekonomi kreatif," kata Sandiaga Uno dalam kunjungannya ke Cirebon, Minggu (19/6/2022).

Dalam acara Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) di Grage City Mall (GCM) Cirebon, setidaknya ada sekitar 35 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor, mulai dari kuliner, kriya, fesyen dan lain-lain.

Baca juga:


Sandiaga juga memberikan beberapa tips untuk para pelaku UMKM dalam upaya pengembangan bisnis usaha. Pertama, pelaku UMKM harus bisa mengenali target pasarnya masing-masing, membentuk tim manajemen yang solid, dan juga harus bisa menguatkan keuangan dari usaha masing-masing.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending