Bagikan:

Program Minyak Goreng Curah Rakyat, Mendag: Optimalisasi Distribusi

"Dengan target pendistribusian minyak goreng di 10.000 titik jual ditentukan secara proporsional,"

NASIONAL

Rabu, 08 Jun 2022 06:12 WIB

Bulog Sultra gelar operasi pasar minyak goreng di Pasar Basah Mandonga, Kendari, Jumat (27/5/22). (A

Bulog Sultra gelar operasi pasar minyak goreng di Pasar Basah Mandonga, Kendari, Jumat (27/5/22). (Antara/Jojon)

KBR, Jakarta - Kementerian Perdagangan akan meluncurkan program minyak goreng curah rakyat (MGCR) untuk menyediakan minyak goreng curah kepada masyarakat sesuai dengan HET yaitu 14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memaparkan  menyebut, program  ini adalah strategi yang telah disiapkan pemerintah untuk stabilisasi harga minyak goreng curah.

"Program ini bertujuan untuk optimalisasi distribusi minyak goreng curah di seluruh wilayah Indonesia sesuai HET dengan menggunakan aplikasi digital, dengan target pendistribusian minyak goreng di 10.000 titik jual ditentukan secara proporsional," kata Lutfi saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (7/6/2022).

Mendag Lutfi menjelaskan, program ini melibatkan banyak pihak khususnya yang terlibat dalam industri minyak goreng. Di antaranya adalah produsen CPO, produsen minyak goreng, pelaku usaha jasa logistik dan eceran  dan distributor serta pengecer.

Baca juga:

- Cabut Larangan Ekspor CPO, Pengamat: Tak Efektif Turunkan Harga

- Jokowi Minta Penegak Hukum Terus Selidiki Mafia Minyak Goreng

Lutfi menjelaskan, sesuai dengan pokok aturan Permendag Nomor 33 Tahun 2022 maka produsen CPO wajib mendistribusikan minyak goreng curah rakyat kepada produsen minyak goreng sesuai dengan ketentuan kewajiban pemenuhan pasar dalam negeri (DMO) dan harga penjualan dalam negeri (DPO). Kemudian, realisasi pendistribusian akan dilaporkan pada aplikasi SIMIRAH yang juga akan terintegrasi dengan Sistem Indonesia National Single Window (SINSW).

Kata dia, hal ini juga berlaku untuk distribusi dari produsen minyak goreng kepada PUJLE atau distributor yang terdaftar pada SIMIRAH.

"Validasi pendistribusian DMO dan DPO minyak goreng dilakukan oleh tim yang dibentuk dari perwakilan K/L terkait hasil validasi digunakan sebagai dasar penerbitan persetujuan ekspor," pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending