Bagikan:

Presiden Jokowi Perintahkan Jajarannya Antisipasi Krisis Pangan dan Energi

Jokowi memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan penghematan sekaligus mencegah terjadinya kebocoran pada dua sektor, yakni pangan dan energi.

NASIONAL

Selasa, 21 Jun 2022 10:40 WIB

Presiden Jokowi Perintahkan Antisipasi Krisis Pangan dan Energi

Ilustrasi: Presiden Jokowi memimpin sidang paripurna Kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (05/3/2022). (Foto: Humas Setkab).

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya mengantisipasi krisis pangan dan energi, serta mewaspadai situasi dunia yang tidak dalam kondisi normal.

Arahan itu disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juni 2022.

"Harga beras naik, supaya tolong sering dibandingkan dengan negara-negara lain, harga gandum naik. Naiknya berapa, sampaikan pada masyarakat dan paling mengerikan adalah ancaman kelaparan dan ancaman kemiskinan ekstrem yang mulai kelihatan di negara-negara lain," ujar Jokowi, Senin, (20/06/2022).

Baca juga:

Kepala negara meminta para pembantunya terus menyampaikan perkembangan situasi global saat ini kepada masyarakat, termasuk krisis yang memicu kenaikan harga komoditas pangan dan energi.

Selain itu, Jokowi memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan penghematan sekaligus mencegah terjadinya kebocoran pada dua sektor, yakni pangan dan energi.

"Mana yang bisa diefisiensikan, mana yang bisa dihemat, kemudian mana kebocoran-kebocoran yang bisa dicegah, semuanya harus dilakukan posisi-posisi seperti ini," tuturnya.

Presiden mencontohkan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi yaitu Pertamina dan PLN harus melakukan efisiensi, tidak hanya bergantung dari subsidi pemerintah.

“Jadi terkait dengan krisis energi, baik itu yang namanya BBM, gas, solar, Pertalite, Pertamax, listrik, ini jangan sampai terlalu mengharapkan, utamanya Pertamina, terutama juga PLN, terlalu mengharapkan dan kelihatan sekali hanya mengharapkan subsidinya di Kementerian Keuangan," jelasnya.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif