Bagikan:

Luhut Soal Tarif Borobudur: Jangan Cari Popularitas dengan Kritik Saya

Menko Marinves Luhut mengklaim, rencana kenaikan tarif Borobudur sudah melewati proses panjang dan sesuai dengan studi UNESCO

NASIONAL

Kamis, 09 Jun 2022 14:28 WIB

Luhut Soal Tarif Borobudur: Jangan Cari Popularitas dengan Kritik Saya

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjawab kritik soal rencana pemerintah menaikkan tarif masuk area stupa Candi Borobudur. 

Luhut mengklaim, rencana kenaikan tarif itu sudah melewati proses panjang dan sesuai dengan studi UNESCO.

Di hadapan anggota Badan Anggaran DPR saat rapat kerja, Luhut malah mengingatkan agar jangan ada pihak yang mengkritiknya demi mencari popularitas.

"Jadi mengenai itu Borobudur, kami bikin studi komprehensif, Pak. UNESCO itu di situ dan angka itulah keluar. Tapi karena ribut-ribut semua, saya bilang tunda dulu saja deh. Nanti kami lihat lagi, pelajari lagi. Tapi bapak ibu sekalian saya laporkan, Borobudur itu turun, Pak. Dan sudah mulai rusak. Ya ada yang kadang-kadang, maaf teman-teman bapak ibu juga (anggota DPR, red) yang langsung kritik saya langsung nembak enggak tahu masalahnya. Jadi kalau boleh mohon lain kali telepon saya saja, Pak, masalahnya apa sih. Jadi jangan cari, mohon maaf Bapak Ibu, cari popularitas dengan nyerang saya, Pak," kata Luhut saat rapat dengan Badan Anggaran DPR, Kamis (9/6/2022).

Baca juga: YLKI: Kenaikan Tarif Masuk Candi Borobudur Tidak Tepat

Luhut menyebut, ia hanya menjadi pelaksana saja. Luhut ikut mengurus masalah Candi Borobudur karena ada domain kementerian yang masuk koordinasinya.

"Karena itu Borobudur itu memang pariwisatanya, Pak. Yang Kementerian Pariwisata di saya. Ada PUPR-nya di situ. Memang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bukan saya. Tapi itu kan harus terintegrasi. Tidak bisa sendiri, Pak. Itulah sebabnya Republik kita ini enggak selesai-selesai. Karena kita selalu segmented. Terlalu bilang 'Oh itu kekuasaan saya'. Tidak bisa begitu, Pak," tegasnya.

Luhut memastikan tidak akan mengambil langkah atau kebijakan semau dirinya sendiri. Dia mengklaim, semua yang dia kerjakan berbasis data dan studi.

Baca juga: Bukan Kenaikan Tarif, Pemerintah Perlu Edukasi Pengunjung Candi Borobudur

Sebelumnya, Luhut mengumumkan rencana kenaikan harga tiket masuk objek wisata prioritas Candi Borobudur. 

Tarif masuk untuk turis lokal ke area stupa sebesar Rp750 ribu. Sementara untuk sekadar masuk ke kawasan candi, tarifnya tetap Rp50 ribu seperti saat ini.

Luhut beralasan, kenaikan tarif untuk membatasi jumlah wisatawan karena beberapa area candi rusak. Namun rencana itu kini ditunda dan akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ikhtiar Sorgum untuk Substitusi Gandum

Most Popular / Trending