Bagikan:

Jokowi Sebut Pentingnya Kemandirian Pangan Berdasarkan Keunggulan Daerah

“Kalau masing-masing daerah bergerak sesuai dengan kekuatan dan karakternya, kita akan bisa betul-betul membangun kekuatan besar di sektor pangan"

NASIONAL

Rabu, 22 Jun 2022 10:30 WIB

Presiden Jokowi Perintahkan Antisipasi Krisis Pangan dan Energi

Presiden Jokowi memotong tumpeng saat Rakernas PDIP di Lenteng Agung, Jaksel, Selasa (21/6). (Setpres)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya bergotong royong membangun kemandirian serta berdikari di bidang pangan. Ia menekankan pengembangan sektor pangan berbasiskan keunggulan masing-masing daerah. 

Presiden menyebut ancaman krisis pangan global yang terjadi saat ini juga meningkatkan kompetisi di sektor tersebut.

"Setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing. Sesuai dengan karakteristik tanahnya dan kondisi masyarakatnya dan sesuai dengan tradisi makan warganya. Jangan dipaksa-paksa karena setiap daerah memiliki karakter yang berbeda-beda. Papua misalnya tanahnya cocok untuk menanam sagu, tradisi makanan pokoknya juga sagu. Jangan kita paksa-paksa untuk makan padi, makan beras dan kita paksa-paksa untuk menanam padi untuk makan nasi," kata Jokowi pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, di Sekolah Partai Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Jakarta Selasa (21/06/2022).

Ia menambahkan sagu dan porang juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini banyak diminati oleh negara lain karena dinilai lebih menyehatkan.

Baca juga:



Selain itu, Ia menyebut penanaman sorgum secara besar-besaran akan dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai cocok dengan karakteristik wilayah serta akan menjadi kekuatan NTT di sektor kemandirian pangan. Penanaman sorgum ini telah diujicobakan di lahan seluas 40 hektare di Waingapu.

Kata dia sorgum dapat menjadi alternatif komoditas gandum yang saat ini harganya melonjak terdampak dari konflik Ukraina dan Rusia. Impor gandum Indonesia saat ini mencapai 11 juta ton.

Ia meyakini, jika semua daerah bergerak dengan kekuatan dan karakter masing-masing, kemandirian pangan Indonesia akan dapat terwujud.

“Kalau masing-masing daerah bergerak sesuai dengan kekuatan dan karakternya, kita akan bisa betul-betul membangun kekuatan besar di sektor pangan, produksi akan melimpah, dan diversifikasi pangan bisa dipertahankan. Inilah kekuatan besar bangsa kita,” pungkasnya.


 Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?