Bagikan:

Harga Tiket Pesawat Meroket, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Supply terbatas, maka harga harga justru akan melambung tinggi.

NASIONAL

Senin, 20 Jun 2022 19:59 WIB

Harga Tiket Pesawat Meroket, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (16/5/2019). Antara-M Iqbal

KBR, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno angkat suara terkait melambungnya harga tiket pesawat tujuan domestik maupun mancanegara. Dia mengklaim, telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kata dia, Kemenhub berjanji akan menindaklanjuti hal itu dengan membahasnya di tingkat teknis oleh jajaran deputi terkait.

"Tentunya fokusnya adalah bagaimana menarik wisatawan mancanegara lebih banyak, dengan penambahan penerbangan oleh maskapai kita maupun asing untuk memastikan agar harga tiket lebih terjangkau. Tetap menjaga momentum dari kebangkitan kita," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara daring, Senin (20/6/2022).

Menurut Sandiaga, saat ini hukum pasar sedang terjadi. Yakni tingginya permintaan penerbangan yang tidak diimbangi dengan jumlah maskapai yang beroperasi.

Baca juga:

Dia khawatir, kenaikan harga tiket pesawat akan memengaruhi kunjungan wisatawan ke daerah-daerah di penjuru Nusantara.

"Supply terbatas, maka harga harga justru akan melambung tinggi," tuturnya.

Sebelumnya, harga tiket pesawat mengalami peningkatan yang signifikan baik domestik maupun internasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, inflasi pada Mei naik 0,4 persen yang disumbang salah satunya dari tarif angkutan udara.

"Kalau saya detailkan beberapa penyumbang inflasi pada Mei adalah tarif angkutan udara, harga telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah," kata Kepala BPS Margo Yuwono, Kamis (2/6/2022).

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?