Bagikan:

Dorong Investasi, Indonesia Akan Fasilitasi Pertemuan Menkes-Menkeu G20

Kolaborasi dilakukan melalui pembentukan sebuah lembaga perantara keuangan atau financial intermediary fund.

NASIONAL

Jumat, 17 Jun 2022 20:07 WIB

Dorong Investasi, Indonesia Akan Fasilitasi Pertemuan Menkes-Menkeu G20

Acara Health Working Group G20 pertama yang digelar di Yogyakarta, Senin (28/3/2022). (Dok Kemenkes)

KBR, Semarang - Kementerian Kesehatan akan memfasilitasi pertemuan menteri kesehatan dan menteri keuangan negara-negara anggota G20. Juru Bicara G20 Bidang Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pertemuan itu akan membahas investasi dalam sektor kesehatan.

Pertemuan akan digelar saat Indonesia menjadi tuan rumah “G20 Health Ministerial Meeting” pertama di Yogyakarta, 20-21 Juni 2022.

“Topik utama yang akan dibahas dalam pertemuan pertama menteri kesehatan dan menteri keuangan adalah mencapai kesepakatan, terutama dalam pembentukan financial intermediary fund yang merupakan suatu badan yang sifatnya permanen, bukan ad-hoc, dalam rangka kesiapan kita menghadapi pandemi ke depannya,” papar Nadia dalam konferensi pers, Jumat (17/6/2022).

Baca juga: Ancaman Pandemi Lain, Kemenkes Bahas Ketahanan Kesehatan Global di G20

Nadia mengatakan, diskusi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan task force Oktober 2021 serta Health Working Group 2 pada awal Juni 2022 lalu.

Kedua acara tersebut membahas kolaborasi antara sektor kesehatan dan keuangan. Kolaborasi dilakukan melalui pembentukan sebuah lembaga perantara keuangan atau financial intermediary fund.

Pembentukan lembaga tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan global, terutama dalam menghadapi kejadian-kejadian tak terduga seperti wabah virus di kemudian hari.

Pertemuan gabungan para menteri kesehatan serta keuangan negara-negara G20 ini nantinya juga akan dihadiri oleh Bank Dunia serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bahas TBC

Nadia mengatakan, pertemuan itu juga akan membahas mengenai penyakit tuberkulosis (TBC)

“Presidensi Indonesia mendorong untuk kita memfokuskan kembali upaya untuk mengakhiri TBC secara global, regional, maupun nasional dengan tetap meningkatkan komitmen dan mempertahankan pendanaan yang sudah ada secara global," kata dia.

"Dan kita berharap juga adanya suatu metodologi baru, khususnya dalam pengembangan research and development yang juga dibiayai pada tingkat global, nasional, sub-nasional, maupun tingkat komunitas,” sambungnya.

Nadia mengatakan, target eliminasi TBC pada tahun 2030 kembali menjadi prioritas di kalangan anggota G20 pascapandemi COVID-19.

Baca juga: Jokowi Ajak Negara G20 Kolaborasi Atasi Inflasi hingga Kelaparan

Saat ini kata dia, sudah ada sistem pendanaan hibah internasional bagi eliminasi TBC melalui The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, and Malaria (GFATM). Program tersebut pertama kali diinisiasi pada 2002 dan menyalurkan sekitar USD4 miliar setiap tahunnya untuk mengatasi AIDS, TBC, maupun malaria di berbagai belahan dunia.

Kegiatan yang akan datang diharapkan dapat meningkatkan upaya pendanaan untuk mengakhiri TBC tersebut.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending